Biro Pembinaan Karier (Binkar) Polda Lampung menyosialisasikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Assessment Center Polri (ACP) kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) sebagai bagian dari penguatan pemahaman terkait pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (24/9/2026).
Kunjungan rombongan Biro Binkar Polda Lampung tersebut disambut langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., didampingi Plt. Kepala BKPSDM Lamteng, Zulfikar Irwan, S.Sos., M.M., bersama jajarannya.
Rombongan Biro Binkar Polda Lampung dipimpin Kabag Binkar, AKBP Andik Purnomo Sigit, S.H., S.I.K., M.M., selaku ketua rombongan.

Turut hadir Kasubbag Kompeten KP. Allen Widyawati Wijono, S.Psi., Iptu Muchtar, S.H., M.M., Bripka Dian, Brigpol Tri Suhardi, Brigpol Ambang, serta personel Ditlantas sebagai pengemudi. Sementara dari tim assessor, hadir Iptu Wuri Hananto, S.E., M.M., dan Ipda Arnelis Jessika, S.H., M.H.
Sosialisasi tersebut memberikan pemahaman mengenai Assessment Center Polri, termasuk layanan dan mekanisme assessment serta pemanfaatannya sebagai salah satu instrumen untuk memperoleh gambaran kompetensi dan potensi seseorang secara objektif dan terukur.
Kabag Binkar Polda Lampung, AKBP Andik Purnomo Sigit, S.H., S.I.K., M.M., mengatakan kegiatan sosialisasi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada pemerintah daerah mengenai fungsi dan layanan Assessment Center Polri.
Menurutnya, assessment dapat menjadi salah satu instrumen pendukung dalam proses pengembangan sumber daya manusia, terutama dalam melihat kompetensi, potensi, serta aspek lain yang berkaitan dengan kebutuhan jabatan dan organisasi.

βMelalui sosialisasi ini, kami ingin memberikan pemahaman mengenai Assessment Center Polri, termasuk layanan dan mekanisme yang tersedia. Assessment diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen yang membantu organisasi memperoleh gambaran kompetensi secara objektif sehingga pengembangan sumber daya manusia dapat dilakukan secara lebih terarah,β ujar Andik.
Sementara itu, Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., menyambut baik sosialisasi yang dilaksanakan Biro Binkar Polda Lampung tersebut.
Ia menegaskan bahwa pengembangan kualitas sumber daya manusia aparatur merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, efektif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurutnya, pengembangan ASN tidak hanya berkaitan dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja, tetapi juga perlu mempertimbangkan kompetensi, potensi, kemampuan kepemimpinan, integritas, serta kesiapan dalam menjalankan tanggung jawab sesuai tugas dan jabatan.

βKami menyambut baik sosialisasi Assessment Center Polri ini. Bagi pemerintah daerah, informasi mengenai assessment sangat penting karena pengembangan sumber daya manusia tidak cukup hanya melihat latar belakang pendidikan maupun pengalaman, tetapi juga perlu mempertimbangkan kompetensi, potensi, kemampuan kepemimpinan, serta kesiapan seseorang dalam menjalankan tanggung jawab sesuai dengan tugas dan jabatannya,β kata I Komang Koheri.
Ia mengatakan, Pemkab Lampung Tengah terus mendorong pengelolaan aparatur yang berorientasi pada kompetensi dan profesionalisme. Karena itu, berbagai instrumen yang dapat mendukung proses pemetaan, pengukuran, dan pengembangan kapasitas aparatur perlu dipahami serta dimanfaatkan secara tepat.
βHarapan kami, kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi saja, tetapi dapat memberikan pemahaman yang konkret bagi jajaran pemerintah daerah mengenai bagaimana assessment dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan aparatur. Dengan sumber daya manusia yang kompeten, profesional dan memiliki integritas, pelayanan publik serta penyelenggaraan pemerintahan dapat terus kita tingkatkan,β ujarnya.
Komang Koheri juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai institusi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, kolaborasi dan pertukaran pengetahuan seperti sosialisasi Assessment Center Polri dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat manajemen aparatur yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
βPada akhirnya, seluruh upaya peningkatan kompetensi aparatur harus bermuara pada pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat. Pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan yang profesional, cepat, tepat dan berintegritas. Karena itu, pengembangan kompetensi aparatur harus menjadi bagian dari proses pembangunan daerah secara berkelanjutan,β pungkasnya.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman jajaran Pemkab Lampung Tengah mengenai Assessment Center Polri sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan sumber daya manusia aparatur yang kompeten, profesional, berintegritas, dan berbasis kebutuhan organisasi. (Rendra)
