PASAR & KOMODITAS
🏅 Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
🔄 Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
🛢️ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
💵 USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
📈 IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
🪙 Perak / Silver: Rp 16.850/gr
🏅 Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
🔄 Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
🛢️ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
💵 USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
📈 IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
🪙 Perak / Silver: Rp 16.850/gr
BUDAYADaerahHeadlineLampung TengahPendidikan

Minggu Menari dan Literasi Hadir di Kalirejo, Dewi Nadi Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya dan Gemar Membaca

Rendra
331
×

Minggu Menari dan Literasi Hadir di Kalirejo, Dewi Nadi Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya dan Gemar Membaca

Sebarkan artikel ini

Semangat melestarikan budaya daerah sekaligus membangun kebiasaan membaca terus digelorakan di Kabupaten Lampung Tengah. Salah satunya melalui kegiatan “Minggu Menari dan Literasi” yang berlangsung di Kecamatan Kalirejo.

Mengusung semangat “Membaca untuk Bergerak”, kegiatan ini memadukan kecintaan terhadap seni dan budaya dengan gerakan literasi masyarakat. Kehadiran kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang positif bagi anak-anak dan generasi muda untuk belajar, berkreasi, sekaligus mengenal kekayaan budaya daerah.

“Minggu Menari dan Literasi” menghadirkan dua kegiatan utama, yakni Sanggar Tari Nuwo Budayo dan Kalirejo Book Party. Keduanya terbuka bagi masyarakat sekitar maupun masyarakat umum sebagai ruang pembelajaran, kreativitas, dan interaksi positif.

Melalui Sanggar Tari Nuwo Budayo, anak-anak dan generasi muda dikenalkan dengan seni tradisional serta nilai-nilai budaya daerah sejak dini. Sementara Kalirejo Book Party menjadi ruang untuk mendekatkan masyarakat dengan buku sekaligus menumbuhkan kebiasaan membaca.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bunda Literasi Kabupaten Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Koheri, S.T., M.Sos., mengapresiasi kegiatan yang menurutnya mampu mempertemukan dua unsur penting dalam pembentukan karakter generasi muda, yakni budaya dan literasi.

Menurutnya, literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan memahami tulisan, tetapi juga menjadi pintu bagi anak-anak untuk memperluas wawasan, mengembangkan kreativitas, berpikir kritis, dan berani mengeksplorasi potensi diri.

“Mari kita manfaatkan ruang seperti ini untuk mengajak anak-anak mencintai budaya sekaligus membiasakan diri membaca. Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi bagaimana anak-anak memperoleh pengetahuan, berpikir kreatif, dan berani bergerak untuk menjadi generasi yang lebih baik,” ujar Ni Ketut Dewi Nadi, Sabtu (26/9/2026).

Ia juga mengajak orang tua, pendidik, komunitas, serta seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang ramah terhadap kegiatan membaca dan pelestarian seni budaya.

“Mari kita mulai dari lingkungan terdekat. Ajak anak-anak membaca, mengenal seni dan budaya, serta memberikan ruang bagi mereka untuk berekspresi. Dengan kebersamaan, budaya dan literasi dapat tumbuh menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ajaknya.

Adapun rangkaian kegiatan Minggu Menari dan Literasi diawali dengan sesi literasi pada pukul 08.00–09.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan latihan tari pada pukul 09.00–12.00 WIB.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin mingguan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat Kalirejo untuk membangun generasi yang gemar membaca, mencintai budaya, kreatif, percaya diri, dan berkarakter.

Dengan semangat “Terbuka untuk masyarakat sekitar dan umum”, Minggu Menari dan Literasi menjadi ajakan bersama untuk menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus menjaga budaya daerah agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (Rendra)

HAK CIPTA DILINDUNGI
Dilarang mengutip atau menyalin artikel tanpa mencantumkan link sumber resmi Karya Nasional.

2