Wisuda Sekolah Lansia Standar 1 (S1) Srikandi dan pengukuhan Majelis Taβlim Al-Khairi di Kecamatan Bandar Surabaya, Rabu (30/9/2026), menjadi momentum untuk mendorong para lanjut usia (lansia) agar tetap aktif, sehat, mandiri, dan memiliki peran positif di tengah masyarakat.
Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Pusiban Kecamatan Bandar Surabaya tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Koheri, S.T., M.Sos., didampingi Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Lampung Tengah, Helmiyati, S.Pd., S.E., M.Sos., dan jajaran perangkat daerah lainnya, Camat Bandar Surabaya, Suparniyati, beserta para kepala kampung dan jajaran, Tim Penggerak PKK, pengelola dan peserta Sekolah Lansia Srikandi, pengurus Majelis Taβlim Al-Khairi, serta masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Ni Ketut Dewi Nadi menyampaikan bahwa keberadaan Sekolah Lansia bukan hanya menjadi wadah pembelajaran, tetapi juga sarana untuk membangun kebersamaan, meningkatkan pengetahuan, menjaga kesehatan, serta meningkatkan kualitas hidup para lansia.
βLansia bukan berarti berhenti untuk berkarya. Justru melalui Sekolah Lansia, para orang tua kita dapat terus belajar, bersilaturahmi, menjaga kesehatan, dan tetap mengambil peran di lingkungan masyarakat,β ujar Ni Ketut Dewi Nadi, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, perhatian terhadap kelompok lansia perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga mencakup aspek sosial, spiritual, dan pemberdayaan keluarga. Ia juga mengapresiasi para peserta yang telah mengikuti seluruh proses pembelajaran hingga menyelesaikan Sekolah Lansia Standar 1 (S1) Srikandi.
βWisuda ini menjadi bukti bahwa semangat belajar tidak mengenal usia. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, serta masyarakat,β katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala DPPKB Kabupaten Lampung Tengah, Helmiyati, menambahkan bahwa program Sekolah Lansia merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan lansia melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Menurut Helmiyati, keluarga memiliki peran penting dalam memastikan para lansia tetap mendapatkan perhatian, pendampingan, serta kesempatan untuk beraktivitas secara positif.

βKami berharap Sekolah Lansia dapat terus berkembang sebagai ruang bagi para lansia untuk belajar, bersosialisasi, menjaga kesehatan, dan memperkuat ketahanan keluarga,β ujar Helmiyati.
Sementara itu, Camat Bandar Surabaya, Suparniyati, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya para lansia di wilayah Kecamatan Bandar Surabaya.
Mewakili masyarakat, ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, Tim Penggerak PKK, DPPKB, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

βKami mewakili masyarakat Kecamatan Bandar Surabaya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada masyarakat, khususnya para lansia. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan kesempatan untuk belajar dan bersilaturahmi, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan serta bantuan bagi masyarakat,β ujar Camat Bandar Surabaya.
Ia berharap kegiatan pembinaan dan pemberdayaan lansia dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain prosesi wisuda dan pengukuhan, kegiatan tersebut juga diisi dengan cek kesehatan gratis bagi masyarakat. Layanan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap kesehatan lansia dan masyarakat yang hadir.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat sebagai bagian dari GOTA (Gerakan Orang Tua Asuh) untuk mendukung upaya penanganan dan pencegahan stunting.

Bantuan tersebut berasal dari para kepala kampung di Kecamatan Bandar Surabaya dengan jumlah keseluruhan sebanyak 60 bingkisan sembako. Dari jumlah tersebut, 20 bingkisan diperuntukkan bagi masyarakat yang masuk kategori rawan stunting, sedangkan 40 bingkisan diberikan kepada masyarakat kategori pra-stunting.
Pemberian bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan gizi dan kesehatan masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki risiko stunting.
Program tersebut juga menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai unsur di tingkat kampung dalam mendukung upaya pemerintah daerah dalam pencegahan stunting. Kolaborasi antara pemerintah, kepala kampung, keluarga, kader, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang dan kesehatan keluarga.

Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Para peserta wisuda tampak mengenakan toga dan mengikuti prosesi bersama jajaran undangan serta pihak penyelenggara.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pembinaan lansia di Lampung Tengah semakin kuat. Tidak hanya mendorong lansia untuk tetap sehat, aktif, produktif, dan mandiri, kegiatan ini juga memperkuat kepedulian sosial masyarakat serta kolaborasi dalam mendukung keluarga yang membutuhkan perhatian, termasuk dalam upaya pencegahan stunting.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan dapat terus menciptakan lingkungan yang memberikan ruang bagi lansia untuk tetap berdaya sekaligus memperkuat ketahanan keluarga dan kualitas kehidupan masyarakat.
(Rendra)
