Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) terus mendorong semangat kebersamaan, toleransi dan gotong royong dalam merawat keberagaman masyarakat. Nilai tersebut sejalan dengan filosofi βBeguwai Jejamo Wawaiβ, yang bermakna bekerja bersama-sama untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis, maju, damai dan sejahtera.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, S.E., M.Sos., mengatakan keberagaman merupakan bagian penting sekaligus kekuatan sosial dalam membangun daerah. Lampung Tengah yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, budaya dan golongan diharapkan tetap menjadi ruang bersama bagi seluruh masyarakat.
Menurut I Komang Koheri, semangat βLampung Tengah, Rumah Bersama untuk Semuaβ harus terus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan, kata dia, tidak semestinya menjadi sekat, melainkan dapat menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan mendukung pembangunan daerah.
βLampung Tengah adalah rumah kita bersama. Perbedaan suku, agama, budaya dan latar belakang bukan menjadi penghalang untuk kita bersatu, tetapi justru menjadi kekuatan dalam membangun daerah. Semangat Beguwai Jejamo Wawai mengajarkan kita untuk bekerja bersama, saling menghormati dan bergotong royong demi kepentingan masyarakat,β ujar Komang Koheri.
Ia menegaskan, pembangunan Lampung Tengah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong ruang kolaborasi dan dialog lintas kelompok agar kebersamaan dapat tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
βMari kita rawat toleransi dan persaudaraan. Jangan jadikan perbedaan sebagai sekat, tetapi jadikan keberagaman sebagai energi untuk memperkuat persatuan. Dengan semangat Beguwai Jejamo Wawai, kita bersama-sama mewujudkan Lampung Tengah Unggul, Adil dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045,β tegasnya.
Semangat tersebut juga tercermin dalam upaya menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Berdasarkan data yang ditampilkan dalam materi tersebut, Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Lampung Tengah tahun 2025 mencapai 80,36, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 77,89.
Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa kehidupan masyarakat yang beragam dapat berjalan berdampingan ketika dibangun dengan sikap saling menghargai dan semangat persatuan.
Kerukunan tersebut tentunya membutuhkan peran bersama antara pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Kolaborasi lintas kelompok menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis sekaligus memperkuat pembangunan daerah.
Dalam semangat membangun Lampung Tengah, keberagaman dipandang sebagai kekuatan yang harus dirawat bersama. Perbedaan bukan pemecah, melainkan kekayaan sosial yang dapat menjadi modal untuk membangun daerah secara bersama-sama.
Semangat tersebut juga sejalan dengan upaya memperkuat nilai-nilai Pancasila, wawasan kebangsaan, toleransi dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Bagi Pemkab Lampung Tengah, Beguwai Jejamo Wawai bukan sekadar semboyan, tetapi menjadi semangat untuk bekerja bersama, saling menghormati dan bergotong royong membangun daerah.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, Lampung Tengah diharapkan terus tumbuh sebagai rumah bersama untuk semua, tempat keberagaman menjadi kekuatan dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis serta daerah yang unggul, adil dan sejahtera. (Rendra)
