PASAR & KOMODITAS
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
DaerahHeadlineLampung Tengah

Pj. Sekda Lamteng Pantau Jumat Bersih dan Kehadiran ASN, Tegaskan Disiplin Bukan Sekadar Formalitas

Rendra
401
×

Pj. Sekda Lamteng Pantau Jumat Bersih dan Kehadiran ASN, Tegaskan Disiplin Bukan Sekadar Formalitas

Sebarkan artikel ini

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Dr. Drs. Sulpakar, M.M., di dampingi Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, Yos Devera, S.Pd., M.M., memantau pelaksanaan kegiatan Jumat Bersih sekaligus mengecek kehadiran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Inspektorat serta Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, Jumat (9/10/2026).

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan kebersihan dan kerapian lingkungan kerja tetap terjaga. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kedisiplinan ASN dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kunjungannya, Sulpakar meninjau sejumlah area perkantoran serta memantau keterlibatan pegawai dalam kegiatan kebersihan. Ia menekankan pentingnya menjaga lingkungan kantor agar tetap bersih, nyaman, dan mendukung produktivitas kerja.

β€œJumat Bersih bukan hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan kantor, tetapi juga membangun kepedulian, kebersamaan, dan tanggung jawab seluruh pegawai. Saya berharap kegiatan ini dilaksanakan secara konsisten, bukan hanya ketika ada pemantauan,” ujar Sulpakar.

Menurutnya, kebersihan dan kerapian lingkungan kerja merupakan cerminan budaya kerja aparatur. Karena itu, setiap pegawai harus memiliki kesadaran untuk menjaga fasilitas perkantoran serta menciptakan suasana kerja yang sehat dan kondusif.

β€œJangan sampai kita menuntut pelayanan yang baik, tetapi hal-hal mendasar di lingkungan kerja justru diabaikan. Kebersihan, kerapian, dan ketertiban harus menjadi tanggung jawab bersama. Ini membutuhkan kesadaran, bukan sekadar instruksi,” tegasnya.

Selain memantau kebersihan, Sulpakar juga melakukan pengecekan kehadiran ASN sebagai bagian dari pengawasan terhadap kedisiplinan aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.

Ia mengingatkan bahwa kehadiran pegawai bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan bentuk komitmen dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat. Setiap ASN dituntut mematuhi ketentuan jam kerja dan melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.

β€œDisiplin itu tidak cukup hanya tercatat dalam daftar kehadiran. Disiplin harus terlihat dari ketepatan waktu, kesungguhan bekerja, tanggung jawab terhadap tugas, serta hasil yang diberikan kepada masyarakat. Setiap ASN harus memahami bahwa jabatan dan tugas yang diemban merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan,” tegas Sulpakar.

Ia juga meminta pimpinan perangkat daerah untuk meningkatkan pengawasan internal dan memberikan keteladanan kepada seluruh pegawai. Menurutnya, budaya kerja yang baik harus dimulai dari pimpinan, kemudian diterapkan secara konsisten oleh seluruh jajaran.

β€œPimpinan perangkat daerah harus menjadi contoh dalam menegakkan kedisiplinan. Jangan hanya mengingatkan bawahan, tetapi juga harus menunjukkan keteladanan melalui sikap, perilaku, dan tanggung jawab dalam bekerja. Dengan begitu, budaya disiplin dapat tumbuh dan menjadi bagian dari karakter organisasi,” tambahnya.

Sulpakar menegaskan, pengawasan terhadap kedisiplinan dan kebersihan lingkungan kerja akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Ia berharap seluruh perangkat daerah tidak menunggu adanya pemeriksaan atau kunjungan pimpinan untuk menjalankan kewajiban, melainkan memiliki kesadaran dan inisiatif dalam menjaga kualitas lingkungan kerja.

β€œSaya ingin seluruh ASN bekerja dengan kesadaran, bukan karena takut diawasi. Hadir tepat waktu, bekerja sesuai aturan, menjaga lingkungan kantor, dan memberikan pelayanan terbaik harus menjadi kebiasaan. Jangan sampai masyarakat menunggu pelayanan hanya karena kita tidak menjalankan tugas secara optimal,” tandasnya.

Melalui kegiatan pemantauan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah terus mendorong terciptanya budaya kerja yang bersih, disiplin, tertib, dan bertanggung jawab. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat kinerja aparatur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari langkah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, efektif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, demi mendukung terwujudnya Lampung Tengah Unggul, Adil, dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045. (Rendra)

HAK CIPTA DILINDUNGI
Dilarang mengutip atau menyalin artikel tanpa mencantumkan link sumber resmi Karya Nasional.

2