Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) terus mendorong pemerataan akses listrik hingga ke wilayah perdesaan melalui sinkronisasi usulan Program Listrik Perdesaan (Lisdes) Tahun 2026–2028 bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Sinkronisasi Usulan Program Lisdes 2026–2028 yang berlangsung di Kantor PT PLN (Persero) UID Lampung, Bandar Lampung, Senin (12/10/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., didampingi Plt. Kepala Bappeda Lampung Tengah, Ir. Rony Witono, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng., bersama sejumlah kepala daerah dan pihak terkait.
Dalam pertemuan tersebut, General Manager PLN UID Lampung, Noer Soeratmoko, menekankan pentingnya koordinasi antara PLN dan pemerintah daerah agar perencanaan pembangunan kelistrikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi di lapangan.

Bagi Pemkab Lampung Tengah, pemerataan akses listrik menjadi salah satu kebutuhan dasar yang harus terus diperjuangkan karena berkaitan erat dengan peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas rumah tangga, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah perdesaan dan daerah yang belum mendapatkan pelayanan listrik secara memadai.
“Pembangunan harus dirasakan seluruh masyarakat, termasuk warga di pelosok perdesaan. Akses listrik sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membuka peluang ekonomi baru,” ujarnya.

Menurut Komang Koheri, pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada kawasan perkotaan. Wilayah perdesaan yang masih membutuhkan infrastruktur dasar juga harus menjadi perhatian dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah.
“Bagi kami, pemerataan listrik bukan sekadar pembangunan jaringan, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami ingin warga di kampung-kampung memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, baik dalam pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun kegiatan ekonomi,” katanya.
Ia menjelaskan, sinkronisasi usulan Program Lisdes 2026–2028 menjadi langkah penting untuk menyampaikan kebutuhan daerah kepada PLN. Melalui koordinasi tersebut, wilayah yang belum memperoleh akses listrik secara memadai diharapkan dapat dipertimbangkan dalam perencanaan pembangunan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap usulan yang disampaikan dapat dikaji berdasarkan kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan. Semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses listrik, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengembangkan potensi ekonomi di wilayah perdesaan,” tegasnya.
Komang Koheri menambahkan, Pemkab Lampung Tengah akan terus melakukan identifikasi terhadap wilayah yang masih membutuhkan akses listrik. Langkah tersebut diperlukan agar usulan pembangunan yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
“Kami memahami bahwa pembangunan jaringan listrik membutuhkan perencanaan, anggaran, dan koordinasi yang matang. Karena itu, sinergi dengan PLN harus terus diperkuat agar kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan secara bertahap dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Way Terusan Jadi Bukti Penantian Panjang Warga
Upaya mendorong pemerataan akses listrik di Lampung Tengah juga terlihat di Kampung Way Terusan, Kecamatan Bandar Mataram. Setelah sekitar 28 tahun menantikan hadirnya jaringan listrik, pemasangan tiang listrik di wilayah tersebut menjadi langkah awal menuju terpenuhinya kebutuhan energi masyarakat.

Warga setempat menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, dalam mendorong pembangunan infrastruktur kelistrikan di kampung mereka.
Pemasangan tiang listrik tersebut membawa harapan baru bagi masyarakat Way Terusan. Kehadiran jaringan listrik diharapkan mampu menunjang kebutuhan rumah tangga, membantu kegiatan belajar anak-anak, serta mendorong tumbuhnya usaha dan perekonomian keluarga.
Meski demikian, masyarakat masih berharap pembangunan jaringan kelistrikan dapat segera dituntaskan sehingga layanan listrik benar-benar dapat dinikmati oleh warga.
Menanggapi hal tersebut, Komang Koheri berharap pemasangan tiang listrik di Kampung Way Terusan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas pemerataan infrastruktur di Lampung Tengah.

“Harapan kami, penantian panjang warga dapat segera terjawab. Kami akan terus mendorong pemerataan pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sampai ke pelosok Lampung Tengah,” ujarnya.
Melalui sinkronisasi Program Lisdes 2026–2028 dan koordinasi bersama PT PLN (Persero) UID Lampung, Pemkab Lampung Tengah berharap kebutuhan kelistrikan di wilayah yang belum terlayani secara memadai dapat semakin diperhatikan dalam perencanaan pembangunan.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses energi, tetapi juga memperkuat pemerataan pembangunan, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru hingga ke pelosok kampung. (Rendra)
