PASAR & KOMODITAS
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
DaerahHeadlineLampung Tengah

Sulpakar Pastikan TPA Bandar Jaya Aman, Pemkab Lamteng Siagakan Petugas Cegah Api Kembali

Rendra
385
×

Sulpakar Pastikan TPA Bandar Jaya Aman, Pemkab Lamteng Siagakan Petugas Cegah Api Kembali

Sebarkan artikel ini

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Dr. Drs. Sulpakar, M.M., memastikan penanganan pascakebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandar Jaya terus dilakukan secara intensif. Meskipun titik api telah padam, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah tetap menyiagakan petugas gabungan dan melanjutkan proses pendinginan selama 7–14 hari ke depan guna mencegah kebakaran kembali terjadi.

Kepastian tersebut disampaikan Sulpakar saat memimpin rapat koordinasi pascakebakaran sekaligus meninjau langsung lokasi TPA Bandar Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Selasa (20/10/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan perkembangan kondisi di lapangan, mengevaluasi langkah penanganan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api.

Kegiatan tersebut turut dihadiri para asisten, staf ahli bupati, kepala perangkat daerah terkait, Camat Terbanggi Besar, Lurah Bandar Jaya Timur, serta unsur terkait lainnya.

Berdasarkan hasil pemantauan hingga Selasa (20/10/2026) pukul 14.00 WIB, titik api di area TPA Bandar Jaya telah padam. Namun, proses pendinginan tetap menjadi prioritas untuk memastikan bara api yang berpotensi tersisa di timbunan sampah tidak kembali memicu kebakaran.

β€œWalaupun titik api sudah padam, kita tidak boleh lengah. Proses pendinginan harus dilakukan secara optimal dan seluruh petugas terkait harus tetap siaga di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan,” tegas Sulpakar.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung melalui BPBD, TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, serta sejumlah pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang telah memberikan dukungan selama proses pemadaman.

Menurutnya, keberhasilan penanganan kebakaran tidak terlepas dari kerja sama, kepedulian, dan semangat gotong royong seluruh pihak yang terlibat.

β€œAtas nama Pemkab Lampung Tengah, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah kabupaten/kota, perusahaan, TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, serta seluruh pihak yang telah membantu penanganan kebakaran ini. Dalam situasi darurat, sinergi dan semangat saling membantu sangat dibutuhkan agar penanganan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Sulpakar menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk tetap bersiaga dan melakukan pemantauan secara berkala selama proses pendinginan berlangsung.

Ia menekankan bahwa seluruh perangkat daerah terkait harus menjalankan tugas secara terkoordinasi, terutama dalam memastikan kondisi area TPA tetap terkendali dan mencegah munculnya kembali sumber api.

β€œPetugas harus tetap berada dalam kesiapsiagaan. Kita ingin memastikan proses pendinginan berjalan sesuai kebutuhan, kondisi di lokasi terus terpantau, dan potensi kebakaran susulan dapat dicegah sedini mungkin,” katanya.

Selain fokus pada pengamanan lokasi, Pemkab Lampung Tengah juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan masyarakat yang berada di sekitar area terdampak kebakaran.

Sulpakar telah menginstruksikan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah untuk menerjunkan tim guna melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga di wilayah sekitar TPA Bandar Jaya.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak kebakaran terhadap kesehatan masyarakat sekaligus memastikan warga terdampak mendapatkan perhatian yang diperlukan.

β€œPenanganan pascakebakaran bukan hanya soal memastikan api padam, tetapi juga memperhatikan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Karena itu, saya meminta Dinas Kesehatan turun langsung untuk melakukan pengecekan terhadap warga di sekitar lokasi terdampak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sulpakar menegaskan bahwa Pemkab Lampung Tengah akan terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta pihak swasta untuk mendukung penanganan pascakebakaran sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Ia berharap seluruh unsur terkait tetap menjaga sinergi hingga tahapan pendinginan selesai dan kondisi di sekitar TPA benar-benar terkendali.
Pada kesempatan tersebut, Sulpakar juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan.

Menurutnya, aktivitas pembakaran yang tidak terkendali dapat memicu kebakaran, menimbulkan dampak terhadap lingkungan, serta mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.

β€œSaya mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah atau lahan sembarangan. Mari kita jaga lingkungan bersama-sama dan tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Apabila menemukan indikasi kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” pesannya.

Pemkab Lampung Tengah memastikan pemantauan dan koordinasi penanganan pascakebakaran TPA Bandar Jaya akan terus dilakukan. Kesiapsiagaan petugas, optimalisasi pendinginan, serta perhatian terhadap kesehatan masyarakat menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah untuk mencegah kebakaran berulang dan menjaga keselamatan warga. (Rendra)

HAK CIPTA DILINDUNGI
Dilarang mengutip atau menyalin artikel tanpa mencantumkan link sumber resmi Karya Nasional.

2