PASAR & KOMODITAS
🏅 Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
🔄 Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
🛢️ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
💵 USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
📈 IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
🪙 Perak / Silver: Rp 16.850/gr
🏅 Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
🔄 Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
🛢️ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
💵 USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
📈 IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
🪙 Perak / Silver: Rp 16.850/gr
DaerahHeadlineLampung TengahPEMBANGUNAN

6 Dekade Dinantikan, Pembangunan Ruas Jalan Bandarsari–Mojokerto–Payungrejo Mulai Direalisasikan

Rendra
584
×

6 Dekade Dinantikan, Pembangunan Ruas Jalan Bandarsari–Mojokerto–Payungrejo Mulai Direalisasikan

Sebarkan artikel ini

Penantian panjang masyarakat Kampung Bandarsari, Mojokerto, hingga Payungrejo, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, untuk menikmati akses jalan yang layak mulai menemukan titik terang. Pembangunan ruas jalan Bandarsari–Mojokerto–Payungrejo kini mulai direalisasikan, membawa harapan baru bagi masyarakat yang selama puluhan tahun mendambakan infrastruktur jalan yang lebih baik.

Realisasi pembangunan tersebut menjadi salah satu wujud perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., dalam mendorong peningkatan infrastruktur yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Pembangunan jalan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas antarkampung, memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah Kecamatan Padang Ratu.

Bagi warga setempat, pembangunan tersebut bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan wujud harapan yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun. Kehadiran infrastruktur jalan yang memadai diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Tokoh masyarakat Payungrejo, Tasim, mengungkapkan rasa haru dan bahagia saat mengetahui pembangunan jalan yang selama ini dinantikan mulai direalisasikan. Menurutnya, kondisi jalan yang berdebu dan kurang memadai telah menjadi persoalan masyarakat selama puluhan tahun.

“Terus terang, ketika pertama kali menerima kabar bahwa jalan ini mulai dibangun, saya sangat terharu. Sudah puluhan tahun kami menantikan kondisi jalan yang lebih baik. Hampir 30 tahun kami hidup dengan kondisi jalan yang berdebu dan terus menyuarakan harapan agar jalan ini diperbaiki. Alhamdulillah, sekarang mulai terwujud,” ujar Tasim kepada sejumlah media, Sabtu (24/10/2026).

Ia menjelaskan, ruas jalan Bandarsari–Mojokerto–Payungrejo merupakan jalur penting yang menunjang berbagai aktivitas sehari-hari masyarakat. Karena itu, pembangunan diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga memperhatikan kualitas konstruksi, sistem drainase, serta lebar jalan sesuai kebutuhan dan kapasitas kendaraan yang melintas.

“Harapan kami, pembangunan ini benar-benar memperhatikan kebutuhan masyarakat. Kalau memungkinkan, dilengkapi drainase yang memadai dan lebar jalan disesuaikan dengan kapasitas kendaraan. Jangan sampai jalannya sudah bagus, tetapi cepat rusak karena kendaraan dengan muatan berlebih. Kami berharap pengawasan dilakukan agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tegasnya.

Tasim juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Lampung Tengah, khususnya Plt. Bupati I Komang Koheri, serta anggota DPRD yang telah mendukung upaya pembangunan infrastruktur tersebut. Menurutnya, dimulainya pembangunan menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini menginginkan perhatian lebih terhadap kondisi akses transportasi di wilayah mereka.

Ia berharap pembangunan dapat dilanjutkan sesuai kebutuhan sehingga seluruh bagian ruas jalan yang selama ini menjadi aspirasi masyarakat Padang Ratu dapat tertangani secara bertahap dan menyeluruh.

“Kami berharap pengerjaan ini dapat terus dilanjutkan sesuai kebutuhan masyarakat, sehingga seluruh ruas jalan yang dinantikan warga bisa tertangani secara menyeluruh,” ungkapnya.

Apresiasi serupa disampaikan Camat Padang Ratu, Awet Agung Rifai, S.H., yang didampingi Kepala Kampung Bandarsari dan Kepala Kampung Mojokerto saat meninjau lokasi proyek di persimpangan jalan Mojokerto, Sabtu (24/10/2026).

Atas nama masyarakat, Awet Agung menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Lampung Tengah, khususnya Plt. Bupati I Komang Koheri, atas perhatian dan upaya yang dilakukan sehingga pembangunan ruas jalan tersebut mulai direalisasikan.

“Atas nama masyarakat Kampung Bandarsari dan Mojokerto, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, khususnya kepada Plt. Bupati Bapak I Komang Koheri, atas perhatian dan upaya yang dilakukan sehingga pembangunan jalan ini mulai terealisasi. Ini merupakan harapan masyarakat yang sudah lama dinantikan. Kami berharap pengerjaannya berjalan lancar dan hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Awet Agung Rifai.

Menurutnya, infrastruktur jalan yang lebih baik sangat dibutuhkan untuk menunjang berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari aktivitas bekerja, pengangkutan hasil bumi, hingga kegiatan sosial dan ekonomi.

Ia berharap pembangunan tersebut mampu meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Padang Ratu.

“Dengan akses transportasi yang semakin baik, distribusi hasil pertanian serta pergerakan barang dan jasa diharapkan menjadi lebih lancar. Pada akhirnya, masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan ini dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.

Dimulainya pembangunan ruas jalan Bandarsari–Mojokerto–Payungrejo menjadi salah satu perkembangan positif dalam upaya Pemkab Lampung Tengah meningkatkan kualitas infrastruktur daerah.

Di bawah kepemimpinan Plt. Bupati Lamteng I Komang Koheri, perhatian terhadap pembangunan infrastruktur diharapkan terus diarahkan pada kebutuhan prioritas masyarakat, khususnya akses jalan yang memiliki peran penting dalam menunjang kegiatan ekonomi dan pelayanan antarkampung.

Pembangunan ruas jalan tersebut juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan bahwa keberhasilan program pembangunan tidak hanya dilihat dari perencanaan, tetapi juga dari pelaksanaan pekerjaan dan manfaat yang nantinya dirasakan masyarakat.

Perhatian terhadap kualitas pekerjaan, kelancaran pelaksanaan proyek, serta keselamatan masyarakat menjadi aspek penting agar pembangunan dapat memberikan hasil yang optimal dan berkelanjutan.

Sejalan dengan upaya tersebut, Plt. Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung Tengah, Rahmat Danil, S.E., S.T., bersama pihak terkait melakukan koordinasi guna membahas sejumlah langkah teknis selama proses pembangunan berlangsung.

Rapat koordinasi tersebut melibatkan Dinas BMBK, Camat Padang Ratu, Kepala Kampung Bandarsari dan Mojokerto, pihak rekanan, serta unsur terkait lainnya. Pembahasan difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas, penyiapan jalur alternatif, serta pengendalian debu agar aktivitas masyarakat tetap berjalan selama pekerjaan konstruksi dilaksanakan.

Rahmat Danil menegaskan bahwa koordinasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pembangunan. Menurutnya, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga dari kesiapan seluruh pihak dalam mengantisipasi dampak yang berpotensi dirasakan masyarakat.

“Kami ingin pembangunan jalan ini berjalan lancar dan memberikan hasil yang baik bagi masyarakat. Karena itu, berbagai kebutuhan teknis di lapangan harus dipersiapkan bersama, mulai dari pengaturan jalur alternatif hingga penanganan debu selama pekerjaan berlangsung. Kepentingan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat harus tetap menjadi perhatian,” tegas Danil.

Koordinasi tersebut diharapkan mampu memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai ketentuan teknis, dengan tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat serta kelancaran aktivitas transportasi di sekitar lokasi pekerjaan.

Pembangunan ruas jalan Bandarsari–Mojokerto–Payungrejo diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Padang Ratu.

Dengan infrastruktur yang semakin baik, mobilitas masyarakat diharapkan lebih lancar, biaya dan waktu pengangkutan hasil pertanian dapat ditekan, serta aktivitas perdagangan dan perekonomian kampung semakin berkembang. (Rendra)

HAK CIPTA DILINDUNGI
Dilarang mengutip atau menyalin artikel tanpa mencantumkan link sumber resmi Karya Nasional.

2