KARYA NASIONAL – Bukan sekadar aktivitas pertanian biasa, Ikatan Kelompok Wanita Tani (IKWT) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) kini memproyeksikan seluruh program kerjanya sebagai instrumen pengentas kemiskinan dan penguatan ekonomi rumah tangga. Di bawah komando Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri, IKWT menargetkan setiap jengkal lahan pekarangan anggota bertransformasi menjadi sumber pendapatan baru yang berkelanjutan sepanjang tahun 2026.
Hal tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Program Kerja IKWT Kabupaten Lampung Tengah yang berlangsung di Ruang Beguwai Jejamo Wawai (BJW), Rabu (21/01/2026).
Dalam arahannya, Ketua Umum IKWT Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri, menyatakan bahwa evaluasi ini adalah titik awal untuk menggeser orientasi organisasi menuju kemandirian finansial.
“Kita ingin evaluasi ini memberikan dampak nyata. Program IKWT tidak boleh hanya berjalan di permukaan, tapi harus masuk ke aspek kesejahteraan. Saya ingin setiap jengkal pekarangan yang ditanami sayur oleh anggota bukan hanya untuk konsumsi, tapi harus menjadi nilai tambah ekonomi bagi keluarga,” ujar Dewi Nadi.

Efisiensi Bantuan sebagai Modal Usaha, Dewi Nadi juga menyoroti pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan bantuan pemerintah. Menurutnya, bantuan bibit dan alat pertanian harus dipandang sebagai modal usaha yang wajib menghasilkan keuntungan, bukan sekadar fasilitas yang dibiarkan terbengkalai.
“Bantuan pemerintah itu amanah dan modal bagi ibu-ibu tani. Kita evaluasi penggunaannya agar tepat guna dan tidak terjadi pemborosan anggaran. Saya tidak ingin ada alat atau bibit yang sia-sia; semua harus dikonversi menjadi hasil produksi yang produktif agar daya beli anggota meningkat,” tegasnya.
Menjawab Tantangan Hilir Meski baru berjalan empat bulan sejak pelantikan pada September 2025, Dewi Nadi secara jujur mengakui adanya hambatan teknis yang selama ini menghimpit kesejahteraan anggota, terutama pada sektor pemasaran produk.
“Ke depan, tantangan kita adalah pasar. Kita sudah berhasil menanam, sekarang bagaimana kita menjual. Saya ingin anggota kita lebih tertib administrasi dan mulai berinovasi dalam pemasaran agar hasil tani mereka tidak hanya dinikmati sendiri, tapi bisa menembus pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

Menutup rapat tersebut, ia mengajak seluruh pengurus kecamatan untuk solid dalam menciptakan solusi ekonomi bagi para wanita tani.
“Evaluasi ini bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk mencari jalan keluar. Saya berharap ke depan kita semakin inovatif agar IKWT benar-benar menjadi motor penggerak kesejahteraan bagi anggota dan masyarakat luas,” pungkas Dewi Nadi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Lampung Tengah, Candra Puasati, jajaran pengurus kabupaten, serta perwakilan Ketua IKWT kecamatan se-Kabupaten Lampung Tengah. (Dodi)





