DaerahHeadlineLampung Tengah

Warisi Tradisi di Era Digital, Komang Koheri: Bumi Jurai Siwo Tak Boleh Kehilangan Jati Diri!

Dodi
515
×

Warisi Tradisi di Era Digital, Komang Koheri: Bumi Jurai Siwo Tak Boleh Kehilangan Jati Diri!

Sebarkan artikel ini

KARYA NASIONAL – Menjaga identitas budaya merupakan langkah krusial untuk memastikan nilai-nilai luhur Bumi Jurai Siwo tetap eksis di tengah tantangan zaman. Semangat inilah yang melandasi perhelatan Festival Pentas Seni dan Parade Budaya yang secara resmi dibuka oleh Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., di kawasan ikonik Tugu Canang, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan yang digagas oleh komunitas Kopiah Mas Bro (Komunitas Pecinta Adat Budaya dan Hiburan Masyarakat Bumi Jurai Siwo) tersebut mengubah pusat kota Gunung Sugih menjadi lautan warna-warni busana adat dan dentuman musik tradisional.

Dalam orasinya, I Komang Koheri menekankan bahwa identitas sebuah daerah terletak pada sejauh mana masyarakatnya mencintai warisan leluhurnya.

“Hari ini kita membuktikan bahwa identitas budaya di Bumi Jurai Siwo masih tegak berdiri. Festival ini adalah tameng sekaligus ruang edukasi agar anak cucu kita tetap mengenal jati dirinya sebagai orang Lampung Tengah,” ujar Komang Koheri.

Ia juga menggarisbawahi bahwa kebesaran Bumi Jurai Siwo tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui penguatan karakter budaya.

“Melalui seni dan parade budaya ini, kita mempererat kebersamaan dan memperkokoh persatuan di atas keberagaman yang kita miliki,” tambahnya.

Dukungan penuh juga datang dari jajaran pemerintah daerah yang hadir, di antaranya Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Abdihan, serta Camat Gunung Sugih, Riza Aryansi. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi antara pemerintah dan komunitas lokal dalam mendorong sektor pariwisata berbasis budaya.

Kemeriahan festival tersebut menyedot perhatian ribuan warga yang memadati jalanan sekitar Tugu Canang. Beragam pertunjukan, mulai dari tari tradisional hingga hiburan rakyat, ditampilkan sebagai representasi kekayaan intelektual masyarakat lokal.

Dengan suksesnya acara tersebut, Pemkab Lampung Tengah berharap spirit pelestarian budaya ini terus menjalar ke kecamatan-kecamatan lain, sehingga Bumi Jurai Siwo tetap menjadi barometer pelestarian adat yang membanggakan di tingkat nasional. (rls/Dodi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *