KARYA NASIONAL – Kemandirian ekonomi masyarakat Lampung Tengah (Lamteng) di masa depan dimulai dari halaman rumah. Hal tersebut menjadi benang merah dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Ikatan Kelompok Wanita Tani (IKWT) Wilayah V yang dipusatkan di Kecamatan Seputih Agung, Sabtu (07/02/2026).
Dengan memaksimalkan potensi Kebun, Kolam, dan Kandang (3K), kelompok wanita tani diproyeksikan mampu menekan biaya pengeluaran dapur sekaligus menciptakan peluang pendapatan baru bagi kesejahteraan keluarga.
Ketua IKWT Kabupaten Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri, yang memimpin langsung jalannya Rakor, menegaskan bahwa peran wanita tani adalah instrumen vital dalam pembangunan daerah. Ia memaparkan bahwa konsep 3K bukan sekadar program pertanian biasa, melainkan sebuah gerakan ekonomi mandiri berbasis rumah tangga.
Dalam arahannya di hadapan para pengurus dari lima kecamatan, Seputih Agung, Way Pengubuan, Terusan Nunyai, Terbanggi Besar, dan Seputih Mataram—Ni Ketut Dewi Nadi menekankan pentingnya efisiensi domestik.
“IKWT harus menjadi pelopor kemandirian. Prinsipnya adalah makan apa yang kita tanam dan tanam apa yang kita makan. Jika setiap rumah tangga memiliki kebun, kolam, dan kandang yang produktif, maka ketahanan pangan kita tidak akan goyah oleh fluktuasi harga pasar,” ujarnya optimis.
Visi besar ini turut mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Kehadiran Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, Yos Devera, mengisyaratkan adanya peluang integrasi hasil produksi wanita tani ke dalam ekosistem UMKM yang lebih luas. Sementara itu, Camat Seputih Agung, Akhmadi, beserta para penyuluh pertanian berkomitmen memberikan pendampingan teknis agar program 3K ini dapat berjalan secara berkelanjutan di tingkat kampung.
Rakor ini ditutup dengan komitmen bersama dari para Ketua IKWT Kampung untuk segera mensosialisasikan dan mengawal implementasi konsep 3K di wilayah masing-masing, demi mewujudkan Lampung Tengah yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya saing. (rls/Dodi)











