Nelayan Teluk Semaka Ikuti Festival Perahu Hias

KARYANASIONAL.COM, Tanggamus_ Sebanyak 28 perahu nelayan ikuti lomba perahu hias di Taman Wisata Muara Indah, Kota Agung, dalam rangkaian Festival Teluk Semaka, Jumat (20/09/2019).

Untuk diketahui, lomba perahu hias ini baru pertama kali diselenggarakan, dan cukup antusias diikuti para nelayan pemilik perahu. Pesertanya sendiri terdiri dari perahu ukuran kecil dengan satu orang penumpang, sampai perahu ukuran dua gross ton, seperti jukung dan londeng.

Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Tanggamus Retno Noviana, mengungkapkan, lomba itu bertujuan untuk menggali kreatifitas para nelayan di Tanggamus.

“Selama ini mereka sudah berkreasi dengan perahu-perahu mereka.¬†Pemkab hanya memfasilitasi melalui kegiatan ini,” ungkapnya.

Ditambahkan Retno, sesuai dengan nama kegiatannya, yakni Festival Teluk Semaka, maka di dalamnya turut berpartisipasi nelayan yang melaut di Teluk Semaka.

“Kami berharap para nelayan merasa bangga, karena sudah berpartisipasi dalam kegiatan promosi wisata. Dan nelayan lebih kreatif lagi menghias, menjaga dan merawat perahunya,” terang Retno.

Diutarakan Retno, sebagian masyarakat Tanggamus berprofesi sebagai nelayan. Bahkan, kehidupan pesisir sudah menjadi budaya masyarakat Tanggamus. Perwujudan budaya itu direalisasikan pula dalam bentuk perahu.

Teknis penilaian lomba, perahu di sandarkan di pantai, lalu tim juri menilai perahu tersebut. Poin penilaian di antaranya indahnya hiasan, kesesuaian hiasan. Perahu sebagian besar dihias bendera merah putih.

Menurut Bupati Tanggamus Dewi Handajani, lewat lomba perahu hias ini, maka pemerintah mengajak masyarakat khususnya nelayan untuk aktif menjaga kelestarian pantai dan laut.

“Itu sebagai bagian dari upaya pengembangan potensi wisata bahari di Tanggamus. Mudah-mudahan Festival Teluk Semaka ini jadi momentum memperkuat sinergi untuk membangun Tanggamus lebih maju dan sejahtera,” kata Dewi.

Ia menambahkan, Pemkab Tanggamus akan terus berupaya melakukan pengembangan sektor pariwisata berbasis ekonomi kerayakatan sebagai salah satu prioritas program kerja.

“Pengembangan sektor pariwisata akan terus kita lakukan dengan diiringi upaya menggerakan perekonomian masyarakat, di sekitar lokasi wisata,” kata Dewi.

Juara lomba ini yakni, juara I, peserta no 6 milik Cokroaminoto, lalu juara II peserta no 15, Suranto, juara III peserta 12, Namo.

Lalu doorprize diberikan pada perahu nomor urut 1 dengan peserta tertua, yakni Salim, perahu terkecil nomor 3, Pantes, dan perahu terunik nomor 23, Aulia.

Menurut Agung, salah satu peserta, dirinya cukup senang ada lomba perahu hias. Ini cukup memberi suasana berbeda dari selama ini, karena nelayan hanya jalani rutinitas melaut dan istirahat saat cuaca rawan.

“Ini lumayan menyenangkan, kesannya asik saja buat ramai-ramai,” ujar Agung.

Ia mengaku, untuk menghias perahu sudah berupaya membuat indah dan meriah. Namun tidak sebagus perahu lainnya yang lebih meriah. Untuk itu wajar jika tidak mendapat juara.

“Perasaan kita sudah bagus, sebab selama ini belum pernah ada, jadi belum ada patokan perahu hias yang bagus seperti apa,” kata Agung.

Perahunya hanya dihias bendera-bendera merah putih ukuran kecil. Itu dikaitkan dengan tali lalu diikatkan keliling tiang-tiang perahu. (Sis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.