Ini Alasan KSOP Kelas I Panjang Gelar Gerai Gratis Pelayanan Bagi Awak Kapal Tradisional

KARYANASIONAL.COM – Dalam rangka sinergi kegiatan Gerai Gratis Pengukuran Kapal Tradisional di bawah 7 GT, Penerbitan Pas Kecil dan Pelayanan Buku Pelaut bagi Awak Kapal Tradisional, dan kegiatan ini di selenggarakan oleh Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan ( KSOP ) Kelas 1 Panjang di Dermaga IV Ketapang, Kabupaten Pesawaran Lampung, Selasa (10/3/2020).

Kepala KSOP Kelas 1 Panjang Andi Hartono mengatakan, Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran bahwa setiap kapal yang terdaftar di Indonesia dan berlayar di laut wajib memiliki Surat Tanda Kebangsaan Kapal, ujar Andi dalam sambutannya.

“Bagi kapal dengan Tonase kotor (Gross Tonage/GT) kurang dari GT 7, pas kecil merupakan dokumen yang sangat penting yang dapat digunakan sebagai dokumen kepemilikan kapal, Surat Tanda Kebangsaan Kapal, dokumen kelengkapan berlayar, keamanan melakukan pelayaran, jaminan kredit usaha, serta memudahkan pendataan jika terjadi bahaya di laut atau saat berlayar,” jelas Andi lagi.

Kemudian, lanjut Andi, Gerai Pengukuran Kapal, Penerbitan Pas Kecil dan Buku Pelaut ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan khususnya Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Panjang dalam rangka mempermudah dan mempercepat program sertifikasi kapal penangkap ikan dan kapal wisata tradisional di bawah GT 7 di provinsi Lampung.

“Kegiatan Gerai ini merupakan wujud komitmen nyata Direktorat Jenderal perhubungan Laut dan kehadiran Negara dalam peningkatan keselamatan pelayaran untuk kapal di bawah GT 7,” ucapnya

Pada kesempatan ini Kantor KSOP Kelas I Panjang telah bekerjasama dengan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta Unit Pelaksana Teknis Ditjen Perhubungan Laut di Provinsi Lampung, Dit Pol Airud Polda Lampung, Lanal Lampung, dengan mengerahkan sebanyak 20 orang tenaga ahli ukur dan seluruh kegiatan ini dilaksanakan secara gratis tanpa dipungut biaya.

Untuk itu, Saya mengharapkan agar para pemilik kapal dan pelaku usaha jasa pelayaran memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan legalitas bagi kapalnya.

“Pelaksanaan Gerai Pas Kecil di Wilayah Kabupaten Pesawaran ini secara resmi dilaksanakan selama 3 hari, yakni tanggal 10-12 Maret 2020 namun demikian kegiatan pendaftaran dan pengukuran kapal di bawah GT 7 tetap akan dilaksanakan secara terus menerus, oleh karena itu bagi pemilik kapal yang belum sempat mendaftarkan kapalnya pada kesempatan ini, dapat menghubungi Kantor KSOP Kelas I Panjang setiap saat,” Jelasnya

Saya selaku pimpinan KSOP Kelas I Panjang mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Pesawaran beserta jajaran dan instansi dibawahnya atas kerjasama yang terjalin sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik.

“Kepada seluruh panitia dan petugas pelaksana pengukuran kapal, pas kecil serta pelayanan buku pelaut saya ucapkan banyak terima kasih, tetap semangat dan berikan pelayanan prima kepada pengguna jasa,” Imbuhnya

Sementara Bupati Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadhona menyampaikan, Ini adalah program sangat baik dimana pemerintah ikut hadir disini untuk bisa menjamin para nelayan itu agar dia dapat mengoperasionalkan kapalnya sesuai dengan prosedur dan aturan yang ada kita,

“Maka dari pada itu adanya penerbitan PAS kecil ini adalah satu hal langkah yang paling baik dalam rangka membenahi seluruh fasilitas dan juga memberikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan bukan hanya bagi si pemilik kapal tetapi juga untuk penumpangnya,” jelas Dendi

Lalu, yang sekarang kita launching adalah Gerai gratisnya dan saya juga berterimakasih kepada pihak KSOP beserta Stakeholder yang ada dari Kementerian Perhubungan, dan Polair Polda Lampung mendukung kami dalam penerbitan Gerai gratis ini.

“Karena PAS kecil ini adalah hal yang mudah tetapi kadang-kadang pemilik kapal ini kurang antusias seperti akan dikenakan biaya padahal persepsinya tidak ada,” Ucapnya

Kemudian, Lanjut Dendi, Untuk penerbitan buku pelaut tadi sangat baik bagi saya karena di kita hampir mayoritas para pengemudi kapal itu belum memegang buku pelaut tersebut.

“Untuk target saya terutama di dermaga IV Ketapang ini harus sudah mempunyai buku pelaut semua,” Tegasnya

Sementara nelayan Arsali yang berasal dari pulau Pahawang mengatakan, Dengan adanya kegiatan seperti ini kami sangat bersyukur dan bagi nelayan manfaatnya sangat luar biasa.

“Kami juga kami para nelayan sudah mengikuti Diklat yang dilakukan oleh KSOP, Kemudian untuk masalah Diklat kemarin tidak ada kesulitan hanya harus menguasai materinya saja,” Ucapnya

Lalu, Untuk masalah kapal, saya mempunyai 2 kapal, Kapal ini kami pergunakan untuk orang-orang wisata dari Ketapang ke Pahawang.

“Harapan kedepannya program seperti ini semua nelayan mendapatkan pelayanan gerai gratis,” tutupnya. (Wan)

footer { display: block; background-color: black; color: white; border-top: 3px solid #c4a0a4; }