

KARYANASIONAL.COM – Masyarakat Kecamatan Bandar Mataram Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) keluhkan kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram.
Selain langka, warga juga mengeluhkan tingginya harga gas elpiji ukuran 3 kg di pasaran yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
Seperti yang diungkapkan Sar (45) warga desa Sriwijaya, menurutnya kelangkaan dan tingginya harga gas elpiji 3 kilogram yang terjadi belakangan ini cukup menjadi beban.
“Apalagi saya, hanya sebagai buruh harian lepas mana mungkin cukup buat beli gas pertabung saja harganya mencapai Rp28 ribu. Bahkan sebelum lebaran Idul Adha 1441 H/2020 M, mencapai Rp30 hingga Rp35 ribu per tabung,” keluhnya kepada Karyanasional, Sabtu (22/8/2020).
Senada yang dikatakan Mar (36) warga desa Mataram Jaya, dengan tingginya harga Elpiji 3 Kg tersebut dirasa memberatkan warga.
“Masak harga sampai segitu, padahal Februari kemarin HET juga sudah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, Harga Eceran Tertinggi (HET) Elpiji (Lpg) 3 Kg sebesar Rp18 ribu untuk di tingkat pangkalan,” katanya.
Dirinya berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait untuk memastikan ketersediaan gas sehingga tidak terjadi kelangkaan di masyarakat.
“Ya mudah-mudahan suplay gas bisa terpenuhi, sehingga tidak terjadi kelangkaan gas di masyarakat. Jika ada permainan agen dan pangkalan harus ditindak tegas,” pungkasnya. (Wahyu)







