Example 728x250
Bandar LampungHeadline

Berdampak Negatif, Warga Srengsem Tolak Keberadaan Tiga Tower BTS

29
×

Berdampak Negatif, Warga Srengsem Tolak Keberadaan Tiga Tower BTS

Sebarkan artikel ini

KARYANASIONAL.COM – Menyikapi keberadaan menara telekomunikasi yang berada RT 019, dan 020 Lingkungan 02, Kelurahan Srengsem, Kecamatan Panjang Kota Bandarlampung, di sekitar berdirinya Tower Based Transceiver Station (BTS) mengeluhkan dampak negative dari keberadaan tower disekitar permukiman warga.

Warga menuding, keberadaan tiga tower di lingkungan mereka kerap mengakibatkan kerusakan perangkat elektronik warga yang diduga dampak dari bocoran frekuensi tower, kesehatan warga terdampak radiasi sinyal seluler tower, rawan akan terjadi musibah tower ambruk, dan sebagainya. Warga juga mengeluhkan tidak adanya komitmen jaminan perusahaan pengelola provider selama ini terkait dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Eko Novindra Marta warga RT 019/ LK ll menuturkan, bahwa dampak positif keberadaan tower tersebut bagi masyarakat sekitar dirasakan jauh dari harapan bahkan pihak provider pengelola tower dinilai mengabaikan keberadaan lingkungan sekitar, tuturnya, Jum’at ( 27/8/2020).

Tidak hanya itu, komitmen perusahaan provider pengelola terkait Dana Corporate Social Responsibility (CSR) juga menurutnya nihil, “Komitmen perusahaan telekomunikasi terhadap lingkungan dan masyarakat dalam bentuk CSR sama sekali tidak ada,” keluhnya.

Hal senada diungkapkan Novian Saputra warga RT 020/ LK II menurutnya, sudah belasan tahun sejak tower itu berdiri, namun tidak ada sedikit pun kepedulian terhadap warga.

Dirinya menyebut, warga merasa keberatan atas keberadaan tower seluler tersebut karena warga menilai banyak dampak negatif yang dialami warga sekitar tower. Mulai dari petir yang seringkali menyambar, kerusakan perangkat elektronik warga yang diduga dampak dari bocoran frekuensi tower, kesehatan warga terdampak radiasi sinyal seluler tower, rawan akan terjadi musibah tower ambruk, dan sebagainya

“Banyak perangkat elektronik warga yang rusak dampak dari keberadaan tower itu, karenanya kami menolak keberadaan tower itu, karna sama sekali tidak adanya jaminan jika terjadi apa-apa dari provider pengelola tower itu,” ucap Novian.

READ  Polsek Banjar Agung Identifikasi Penemuan Korban MD di Mess Rumah Makan

Warga menuntut agar perusahaan tidak menumpang untuk mencari keuntungan semata, perusahaan pemilik tower hendaknya juga menyalurkan CSR yang bermanfaat bagi warga sekitar tower, ” Sudah berkali-kali kami ajukan proposal untuk kegiatan warga namun tidak pernah digubris, padahal CSR bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk kepentingan warga sekitar, tidak harus berupa uang,” ungkapnya.

Untuk itu ia berharap agar pihak provider dapat melaksanakan suatu kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, menjaga lingkungan sekitar, membangun fasilitas umum, memberikan beasiswa kepada anak yang kurang mampu, dan memberikan bantuan dana untuk kesejahteraan masyarakat kepada warga sekitar berdirinya tower.

“Kami sendiri belum merasakan dampaknya CSR untuk warga. Kami harapkan CSR disesuaikan kebutuhan warganya, sehingga wujudnya bisa dinikmati bersama,” pungkasnya. (Helmi)

footer { display: block; background-color: black; color: white; border-top: 3px solid #c4a0a4; }