Example 728x250
Bandar LampungDaerah

Tolak Kehadiran Eksavator, Ini Keinginan Warga Kelurahan Karang Maritim

49
×

Tolak Kehadiran Eksavator, Ini Keinginan Warga Kelurahan Karang Maritim

Sebarkan artikel ini

KARYANASIONAL.COM – Warga Kampung Mulya Jaya RT 01,02 dan 03, Kelurahan Karang Maritim, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung memprotes atas aktivitas perbaikan tanah bukit. Karena selain mengganggu aktivitas warga, juga mengancam keselamatan warga, dan juga trauma atas musibah longsor yang pernah terjadi sebelumnya lantaran aktivitas diatas bukit.

Warga RT 01, 02 dan 03 menyampaikan keberatan dan lakukan protes kepada pengelola bukit agar menghentikan segala aktivitas di bukit, apalagi hingga menghadirkan eksavator.

Warga meminta agar ada kejelasan izin perbaikan bukit yang akan dilakukan. “Kami sudah melakukan penyampaian keberatan, apalagi kami terkena imbas dari penggalian ini,” ujar Desi, ketua RT 03, dalam rembug bersama yang digelar Selasa, (23/03/2021) malam, bertempat diruang terbuka os ronda setempat.

Ia menuturkan, keberatan warga atas perbaikan bukit bekas perambahan disebabkan karena mengancam lahan warga, khususnya lahan permukiman warga yang tepat berada di kaki bukit. Warga takut kembali terjadi longsor seperti sebelumnya.

“Beberapa warga sudah mengeluh, kalau longsor lagi, mau minta ganti ke mana, apalagi izin perbaikan bukit kan belum jelas, jangan sampai niat memperbaiki malah menimbulkan bencana,” ungkapnya lagi.

Hal senada diungkapkan tokoh masyarakat Ali Kamal , warga lainya meminta agar kegiatan perbaikan bukit tidak dilakukan, karena imbasnya mengancam rumah dan aktivitas warga yang ada di sekitar lokasi intinya stop apapun aktivitas.

“Tahun lalu, karena perambahan dibukit, sempat beberapa kali terjadi longsor, kami takut longsor lagi kalau ada aktivitas diatas bukit, dan bisa jantungan klo mendengarnya” ucapnya.

Ia mengatakan, tak hanya membahayakan, dengan adanya aktivitas akan menimpulkan tumpukan tanah yang berceceran diatas bukit. Akibatnya debu sering berterbangan ke permukiman warga.

READ  Tenaga Ahli Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI Kunjungi Dinas Sosial Provinsi Lampung

“Yang jelas kita minta alat berat di bukit diturunkan dan jangan ada aktivitas lagi,” lanjut Ali.

Sementara, anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Endang Asnawi menyampaikan, pihaknya terus memantau perkembangan bukit Mulya Jaya, ia secara tegas melarang adanya penggerusan bukit.

Menurut politisi PDIP itu, selain dapat menimbulkan polusi, resiko lainya adalah terjadinya longsoran tanah ke sisi bawah bukit saat hujan turun.

“Kita minta jangan ada lagi aktivitas dibukit, harus di stop. Alhamdulillah, aktivitas di bukit Mulya Jaya juga sudah dihentikan, sudah tidak ada lagi alat berat dilokasi,” ujar Epeng, sapaan akrabnya, Rabu, (24/03).

Ia menyebut, adanya perambahan bukit juga menyebabkan berkurangnya daerah resapan air dan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Bandar Lampung, “Jadi kita minta segala aktivitas perambahan bukit ilegal dimanapun ditutup,” tegas Epeng.

Tak segan, ia mengatakan sudah sejak lama kawasan perbukitan terus saja dibabat habis oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Dan menimbulkan kerugian terhadap warga Bandar Lampung.

“Nanti akan kita dorong pihak-pihak terkait untuk mengupayakan penghijauan kembali di lokasi,” tandasnya.

Maka dari itu, Epeng mengajak semua pihak dapat memiliki konsep penataan wilayah dan perencanaan pembangunan secara serius dan konseptual yang mengedepankan lmasalah lingkungan.

“Jadi kita minta semua pihak memperhatikan segala aktivitas pembangunan, jangan sampai warga yang menjadi korban,” tegas Epeng.

Pantauan di lokasi, bukit Mulya Jaya tampak sudah terpapas akibat perambahan beberapa waktu lalu. Tidak ada upaya penghijauan kembali dari pengembang maupun pihak terkait, tanah bukit yang semula diratakan ditumbuhi semak belukar. Satu eksavator yang sebelumnya ada dilokasi tidak lagi terlihat pasca rapat warga di depan jalan masuk menuju bukit.

READ  YBM PLN UID Lampung Serahkan Bantuan Bencana di Wilayah Kalselteng dan Sulselrabar

Turut hadir pada rembuk warga ini, Sekretaris lurah Sujito, Bhabinkamtibmas, Kepala Lingkungan, Ketua RT 01,02, dan 03 beserta warga.
(Hel)

Example 120x600
footer { display: block; background-color: black; color: white; border-top: 3px solid #c4a0a4; }