Pencurian ADD 2020 di Kediaman Kakam Payung Batu Janggal…! Ketua LPAB Lamteng Angkat Bicara

KARYANASIONAL.COM – Raib-nya anggaran dana desa (ADD) Tahun 2020 akibat terjadinya pencurian dikediaman Kepala Kampung (Kakam) Payung Batu, Kecamatan Pubian Kabupaten Lampung Tengah terkesan janggal.

Dugaan itu diperkuat dengan sulitnya pihak kepolisian mengungkap kasus tersebut yang sudah berjalan selama satu tahun.

Bahkan, menurut informasi yang dihimpun media, diduga ada rekayasa pencurian yang terjadi dikediaman Kakam Payung Batu Syaiful Arifin, demi mendapatkan keuntungan pribadi.

Diduga raib-nya ADD Tahun 2020 itu digunakan Kakam Payung Batu untuk membayar hutang, memberi istri dan mertuanya.

Menurut keterangan Ketua LSM Lembaga Persatuan Anak Bangsa (LPAB) Lampung Tengah, Sofyan, AS, S.T., jika pencurian yang terjadi di rumah Kakam Payung Batu sangat janggal meski telah melapor di Polsek Padang Ratu. Namun hingga saat ini Polisi belum bisa mengungkap siapa pelaku pencurian dimaksud, dan sudah berjalan satu tahun.

Sopyan menegaskan jika saat Polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah Kakam tersebut tidak ada satupun barang atau kunci yang rusak.

“Saat itu saya ikut hadir melihat di lokasi kejadian bersama Kapolsek. Kalau memang di curi orang, secara logika gak masuk akal, sebab pintu rumah, jendela, lemari dan tempat – tempat lainnya tidak ada yang rusak. Jadi menurut saya pencurian ADD ini sangat janggal,” ungkapnya.

Sopyan juga menduga jika permasalahan ini hanya sebuah cara Kakam Payung Batu untuk menikmati uang rakyat tersebut untuk memenuhi hasrat pribadinya.

“Itu semata-mata laporan palsu, memberikan keterangan palsu, agar sesuatunya milik dia, untuk mencari keuntungan yang besar,” kata Sofyan.

Selain itu, apa yang dilakukan oleh Kakam tersebut dengan menyimpan sendiri Anggaran Dana Desa sudah melanggar aturan.

“Seharusnya dana tersebut dipegang bendahara, yang pasti melanggar Permendes, dan bendaharan negara,” tegasnya.

Dia juga mengungkapkan, jika pada Tahun 2020 ADD yang dikelola oleh Kakam Payung Batu digunakan untuk membayar hutang saat pencalon kepala kampung, sebesar kurang lebih Rp. 50 juta. Dana tersebut digunakan untuk menebus mobil Dum Truk Rp. 25 juta, diberikan kepada Mertua Rp. 8 juta, dan diberikan kepada istrinya Rp. 5 juta.

“Setiap cair memang sudah di bagi-bagi, itu saja sudah berapa, sudah itu dia laporan kehilangan dengan kejadian yang direkayasanya,” beber Ketua LPAB Lamteng ini.

“Kita gak heran kalau hingga saat ini pencuri belum tertangkap, sebab itu bukan dicuri oleh orang luar, Kakam itu sendiri yang ambil, dia yang mencairkan ADD, dia yang simpan, dia yang maling. Ini terbukti dari beberapa pembangunan yang di kerjakan oleh kampung selama Tahun 2020 tidak ada yang beres jenis dan siapa pengurusnya,” ungkap Sopyan.

Tunggu edisi berikutnya. Karyanasional.com akan mengupas dengan tuntas persoalan tersebut. (Zainal/red)