Reses di Trimurjo, Toni Sastra Jaya, S.H., M.H: Kami akan Kawal Proposal Perbaikan Jalan Masyarakat

KARYANASIONAL.COM – Masyarakat Kelurahan Trimurjo, Adipuro, Simbarwaringin, Kampung Limanbenawi dan Kampung Untoro Kecamatan Trimurjo meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) untuk menindaklanjuti proposal perbaikan jalan penghubung antar kelurahan di wilayah tersebut.

Harapan itu disampaikan langsung oleh Sapar, salah satu Tokoh Masyarakat Trimurjo, saat menghadiri Kegiatan Reses Anggota DPRD Lamteng di Kecamatan Trimurjo belum lama ini.

Reses juga turut dihadiri Toni Sastra Jaya, S.H., M.H, Anggota DPRD Lamteng Fraksi Demokrat, Kadek Joko Supriyatin, S.Ap., Anggota DPRD Fraksi PDIP, dan Revi Feruzi Armanda, S.H., Fraksi Gerindra, serta para Kepala Kampung dan Perwakilan dari Kelurahan Trimurjo, Adipuro dan Simbarwaringin Kecamatan Trimurjo.

“Kami sudah bosan mengajukan proposal tapi tidak pernah ada realisasinya. Kami harap dibawah Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lamteng Musa Ahmad – Ardito Wijaya, proposal perbaikan jalan di keluarahan kami bisa ditindaklanjuti,” ujar Sapar, mewakili masyarakat tiga kelurahan tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa, jalan dari Dam Adipuro menuju Bd. 4 Trimurjo dan dari Dam Adipuro ke Bd. 6 Limanbenawi sudah puluhan tahun tidak pernah ada perbaikan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah. Bahkan, masyarakat sudah bosan mengajukan proposal perbaikan jalan karena tidak pernah ada realisasinya.

“Diukur-ukur tapi tidak pernah ada perbaikan. Kami merasa dianaktirikan. Dari saya kecil sampai sekarang jalan tersebut tidak pernah di perbaiki atau di aspal. Sehingga banyak masyarakat yang ingin pindah ke Metro, karena di Lampung Tengah daerah kita tidak diperhatikan,” ungkap Sapar, Toko Masyarkat Kelurahan Adipuro, disambut setuju masyarakat secara serentak dalam Reses Anggota DPRD Lamteng di Trimurjo.

Keluhan senada juga disampaikan Nyono Rahadi, Kepala Kampung Limanbenawi Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah. Ia mengungkapkan bahwa pengajuan proposal jalan arah ke SMK Negeri Limanbenawi sampai saat ini belum terealisasi.

“Proposal yang kami ajukan bahkan sudah ditandatangani Bupati Lamteng Musa Ahmad sampai sekarang belum ada realisasinya. Sehingga jalan kearah SMK Negeri Limanbenawi masih rusak parah dan belum ada perbaikan,” ungkapnya.

Kemudian Kepala Kampung Pujodadi Muktar. Ia pun mengungkapkan bahwa proposal perbaikan jalan diwilayahnya tak kunjung ada realisasinya.

“Sudah bosan saya mengajukan proposal perbaikan jalan. Sudah 3 kali saya menjabat Kepala Kampung di Pujodadi tapi proposal yang kami ajukan tidak pernah ada realisasinya,” ungkapnya.

Keluhan masyarakat itu pun ditanggapi langsung oleh Anggota DPRD Lamteng Toni Sastra Jaya, S.H., MH.

“Semua aspirasi masyarakat akan kami tampung untuk ditindaklanjuti. Nanti saya bersama teman-teman DPRD di Dapil 3 Lampung Tengah akan memfasilitasi dan mengawal proposal yang telah diajukan masyarakat,” tegas Toni Sastra Jaya saat jaring aspirasi masyarakat di Kecamatan Trimurjo.

Menurut Toni Sastra, masyarakat sangat kecewa dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah karena proposal perbaikan jalan yang mereka ajukan tidak pernah terealisasi sejak dulu.

“Masyarakat mengajukan proposal perbaikan jalan ini sudah puluhan tahun tapi tak kunjung ada realisasinya. Jadi mereka merasa dianaktirikan dan hanya menjadi penonton saja, karena dikampung lain selalu ada perbaikan dan pengaspalan jalan karena ada Dana Desa. Sementara di 3 kelurahan tidak ada Dana Desa. Saya harap keluhan masyarakat ditiga kelurahan ini dapat direspon baik pemerintah daerah Lamteng untuk ditindaklanjuti,” ujar Toni Sastra Jaya.

Disela kegiatan Resesnya, politisi Partai Demokrat ini juga tidak henti-hentinya mensosialisasikan protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah ditengah pandemi Covid-19 kepada masyarakat.

“Karena saat ini pemerintah daerah telah menerapkan PPKM Darurat, maka saya mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Seperti tidak berkumpul dan menggelar hajatan, serta kegiatan-kegiatan sosial masyarakat lainnya yang menimbulkan kerumunan massa,” ungkapnya. (red)