Ada sekolah yang melanggar Aturan KBMT Disdik Mesuji Ancam akan tutup sekolah tersebut

KARYANASIONAL.COM – Kegiatan belajar mengajar tatap muka di kabupaten Mesuji sudah berjalan mulai 06 September 2021 yang lalu. Namun sangat di sayang kan masih banyak di temui sekolah-sekolah yang belum melakukan setandar protokol kesehatan seperti yang sudah di tentukan dan di sepakati bersama melalui pemerintah setempat dalam hal ini dinas pendidikan pada rapat yang dipimpin Sekdakab Mesuji Syamsudin Kamis dan Jumat, 02-03 September 2021 yang lalu.

Ada pun peraturan yang harus di lakukan pihak sekolah sebelum melaksanakan KBMT yakni sebagai berikut:

Berdasarkan Hasil rapat di Aula Dinas Pendidikan pada hari Kamis,2-3 September 2021.
Menghasilkan kesepahaman sebagaiberikut :

Apabila sekolah Paut/TK,SD/MI,SMP/Tsanawi,SMA/SMK/MA se Kabupaten Mesuji dipandang mampu dan siap untuk melaksanakan KBM tatap muka,maka di ijinkan dengan ketentuan sbb:
1. Menggunakan Protokol Kesehatan penuh.
– Sebelum hari senin sekolah sudah di semprot *Disinfektan*
– Ada ijin wali murid.
– Ada persetujuan pamong
– Ada tempat cuci tangan.
– Ada termograf pengukur suhu.
– dll
2. pelaksanaan tatap muka terbatas.
3. Satu kelas maksimal di isi 18 siswa tidak boleh lebih.
4. pelaksanaan KBM tatap muka paling cepat dilaksanakan hari Senin,6 September 2021.
5. Tim Satgas tiap”sekolah wajib di fungsikan.
6. Setiap pertemuan per kelas durasi waktu 3 jam pelajaran.
7. Pelaksanan KBM menggunakan sistem *SIP*( pagi dan siang )
8. Setiap siswa mendapatkan pelajaran setiap harinya 3 jam pelajaran.
9. Pembelajaran KBM tatap muka ini sebagai uji coba selama 2 bulan apabila tidak ada gejala *COVID* yang
timbul,maka selanjutnya di ijinkan tatap muka penuh.
10. Sebagai tambahan informasi bahwa pengimputan nomor HP siswa batas waktunya di undur sampai tgl 7 september 2021.

Setelah memperhatikan dan melihat kesepahaman tersebut sudah seharus nya pihak sekolah melakukan hal-hal di atas sebelum melakukan KBMT.

Terjadi di SDN 01 Wira bangun Simpang pematang pihak sekolah belum sepenuh nya Melakukan setandar protokol kesehatan seperti yang sudah di haruskan adapun hal-hal setandar prokes yang belum di lakukan pihak sekolah tersebut adalah belum semua surat ijin orang tua murid di tandatangani dan di terima oleh pihak sekolah,belum ada surat persetujuan pamong desa selaku ketua gugus tugas desa.

Saat di convermasi kepala sekolah SDN 01.wira bangun Simpang pematang Piterson pada Kamis 09-sepyember-2021 mengatakan bahwa pihak nya mengakui kalu masih ada beberapa poin peraturan tentang prokes yang belum sepenuh nya di terapkan oleh pihak sekolah.hal tersebut menurut Piterson di karenakan kurang kesadaran orang tua murid dan kesibukan oprator sekolah dalam membuat surat untuk pamong desa.

“Saya sudah melakukan beberapah hal terkait KBMT di SD 01 ini namun memang karena sulit nya berkomunikasi dengan orang tua murid sehingga surat persetuan orang tua itu baru terkumpul sekitar 50% saja dan untuk surat persetujuan pamong desa itu memang belum ada kami dari sekolah hanya baru ijin secara lisan saja ke pamong desa selaku ketua gugus tugas desa.”jelas Piterson.

Masih kata piterson pihak nya saat ini sangat kesulitan untuk memberikan pemahaman ke pada orang tua murid,yang mana seharus nya orang tua murid tidak mengantar anak nya ke sekolah sebelum 30.menit menjelang jam masuk sekolah supaya tidak terjadi kerumunan dan oprator sekolah saat ini masih sangat sibuk karena membuat laporan-laporan lain sengingga surat persetujuan untuk pamong desa belum di buat.

“Orang tua murid susah kita berikan pemahaman mas seharus nya bila anak nya masuk jam 09.00.wib,jangan di antar jm 08,supaya tidak menimbulkan kerumunan di sekolah,dan oprator sekolah sangat sibuk sehingga kami belum buat surat persetujuan pamong desa tetapi secepat nya secara administrasi akan kami lengkapi”kilah nya.

Melalui sambungan watshap nya PLT kepala dinas pendidikan yoga puja Rama menyampaikan bahwa kegiatan belajar tatap muka harus memenuhi dan mengutamakan prokes dan dari 10.poin yang di sepakati hanya poin ke 7 yang tidak wajib selebih nya itu wajib dan untuk sekolah yang melanggar akan di kenakan sangsi tegiluran ringan dan teguran terberat sekolah akan di tutup.

“Untuk poin 7 tidak suatu keharusan bisa pakai shif bisa tidak.Pelaksanaan tatap muka terbatas sangat tergantung dengan situasional dan kesiapan sekolah itu sendiri. Dan apa bila sekolah melanggar kita akan beri sanksi berupa teguran atau sanksi terberatnya sekolah di tutup dulu tidak boleh melaksanakan tatap muka terbatas,” jelas yoga singkat.(Yuda/Baginda)