Kualitas Bahan Pangan BPNT Buruk, KPM Selorejo: Tolong Kami Pak Jokowi!

KARYANASIONAL – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial pangan (BSP) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Selorejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, merasa di-prank pada penyaluran bantuan sosial periode November, Desember, dan tambahan dua bulan.

Betapa tidak, alih-alih dapat menikmati bantuan bahan pangan, KPM di desa setempat justru mendapati kualitas beras, dan kuantitas telur yang diduga tidak sesuai harga.

“Berasnya berwarna kuning, banyak batu, ada kutu. Ketika dimasak pun hambar, ga ada rasanya. Seperti beras jatah jaman dulu. Tolong kami Pak Jokowi. Jangan biarkan rakyat mu makan beras jatah (istilah untuk beras dengan kualitas rendah),” ujar salah seorang KPM desa setempat, yang meminta namanya untuk tidak dipublikasikan.

Menurutnya, bahan pangan yang diambil dari elektronik warung gotong royong (e-warong) desa setempat itu, memiliki kualitas dan kuantitas yang sangat rendah. Ini diketahui dari tampilan beras, kualitas buah, dan kuantitas telur.

“Pada penyaluran bulan November, Desember, dan dua bulan tambahan, itu kami ambil pada Jumat (24/12/2021) malam. Jadi, waktu diambil di e-warong itu tidak tampak jelas kualitas barangnya. Dan karena saya kristiani, saya sangat berharap bantuan tersebut dapat dinikmati untuk sajian Natal. Namun ketika disajikan kepada tamu yang datang ke rumah, saya justru malu. Buah jeruk yang kami terima banyak busuk. Lalu, untuk berasnya bau apek dan tidak ada rasanya. Kemudian untuk telur, dalam empat paket tersebut saya menerima 60 butir. Itu artinya, dalam satu paketnya yang saya terima hanya 15 butir telur,” paparnya.

Hal senada diungkap oleh KPM lainnya di desa itu. Dikatakannya, selain kualitas beras dan buah jeruk yang sangat buruk, perilaku menyimpang juga ditunjukkan oleh pengelola e-warong di Desa Selorejo tersebut.

“Setiap pengambilan bahan pangan di e-warong, saya selalu dimintai uang plastik (kantong kresek) sebesar Rp. 2 ribu. Kalau tahun sebelumnya malah Rp. 5 ribu. Itu diminta langsung oleh si pengelola e-warong. Itu sebetulnya diperbolehkan atau tidak ya?” tanyanya.

KPM di Desa Selorejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, berharap, buruknya kualitas bahan pangan pada bantuan sosial pangan yang merugikan KPM di desa setempat itu tidak terjadi lagi pada tahun-tahun mendatang.

“Kami ini masyarakat kecil pak, jadi tidak paham apa-apa sebetulnya. Dikasihnya barang seperti itu ya kami terima saja. Namanya juga sadar diri sudah dibantu. Daripada nanti tidak dapat lagi. Tapi meski demikian, kami tetap berharap bahan pangan yang disalurkan ke masyarakat kurang mampu ini kualitasnya bisa diperbaiki. Kami memohon dengan sangat, minimal berasnya jangan seperti ini lagi (warna kuning, ada batu, kutu, dan seperti menir),” pasrahnya. (Tim)