Example 728x250
HeadlineHukumLampung

Polisi Sita Uang Mark-Up Bendungan Margatiga Lampung Timur

14
×

Polisi Sita Uang Mark-Up Bendungan Margatiga Lampung Timur

Sebarkan artikel ini

KARYANASIONAL – Hingga saat ini Polda Lampung terus menyelidiki perkara korupsi Bendungan Margatiga, Lampung Timur. Dalam konferensi Pers di Mapolda Lampung, Polisi berhasil menyita barang bukti Uang senilai 9,3 miliar rupiah dari kasus dugaan hasil tindak pidana korupsi pada proyek Bendungan Margatiga, Lampung Timur, Senin (27/11/2023).

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadillah Astutik mengatakan, barang bukti Rp9 miliar itu merupakan uang dari penggantian ganti rugi lahan proyek tersebut.

Adapun jumlah anggaran yang dimarkup dari mega proyek Bendungan Margatiga itu mencapai Rp43 miliar lebih dari total nilai proyek sebesar Rp846 miliar.

“Uang ini disita dari Bank BRI cabang Kota Metro. Ini merupakan barang bukti uang korupsi dari penggantian ganti rugi bidang lahan yang terdampak genangan Bendungan Margatiga Lampung Timur yang sudah terbayar namun terpending kepada 48 orang pemilik bidang lahan,” ujarnya.

Umi menambahkan, terungkapnya kasus ini setelah Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Lampung menemukan kejanggalan pada nilai proyek yang diduga di-mark up.

Hasil penyidikan, kata Umi, telah terjadi mark up fiktif dan penanaman serta pembangunan pada proyek strategis nasional Bendungan Margatiga senilai Rp 43.411.095.236.

“Kemudian saat dilaksanakan audit oleh auditor BPKP perwakilan Provinsi Lampung dengan hasil audit terdapat tujuan sengaja tertentu terhadap dugaan tindak pidana korupsi, hasilnya sebanyak 226 bidang tanah pemilik bidang yang dilakukan oleh tim satgas b dan oknum penitip tanam tumbuh, bangunan, kolam dan ikan,” jelasnya.

Disinggung soal penetapan tersangka, Umi mengatakan, pihaknya belum menetapkan satu pun oknum sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

“Untuk tersangka belum ada, kami akan melakukan gelar perkara kembali. Dalam waktu dekat akan kita umumkan, mohon bersabar,” pungkasnya.

READ  Ratusan Peserta Ikut Berlaga pada Kejuaraan Menembak Kajari Cup 2022

Terpisah warga Lampung Timur yang enggan disebutkan namanya sangat mengapresiasi atas kinerja Polda Lampung beserta jajarannya.

“Kita apresiasi kinerja Polda Lampung bersama jajarannya dalam mewujudkan Polri yang Presisi. Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan,” katanya.

Ia berharap, para oknum nakal yang bermain Mark-Up di Bendungan Margatiga, Lampung Timur dapat di usut tuntas.

“Menurut saya ini bukan ganti rugi tapi ganti untung. Pemainnya juga bukan yang punya lahan tapi orang-orang yang sengaja memanfaatkan momen seperti ini. Oleh kerena itu saya berharap, agar Polisi dapat mengusut tuntas perkara ini,” tandasnya.

 

Pewarta: Wahyu

footer { display: block; background-color: black; color: white; border-top: 3px solid #c4a0a4; }