KARYANASIONAL – Dituduh melakukan pengancaman kepada oknum wartawan media online, Tino pengawas PT. Bio Medika Nusantara Indah (BMNI) Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, akhirnya angkat bicara.
Menurut Tino, bahwa berita yang beredar di media online tersebut tidaklah benar dan tidak sesuai fakta di lapangan.
Ia pun membenarkan, bahwa foto oknum wartawan tersebut sempat diunggah di media sosial milik sepupu pengawas PT. BMNI, hal ini untuk mengetahui keberadaan oknum wartawan tersebut.
“Apa yang di beritakan salah satu media online itu tidak benar dan tidak sesuai fakta di lapangan. Menurut kami berita itu hoax dan ada unsur penggiringan opini seolah-olah ada ancaman dari pihak PT. BMNI kepada oknum wartawan tersebut, namun faktanya tidak demikian,” tegas Tino, Selasa (25/11/2025).
Masih kata Tino, terkait foto oknum wartawan yang di posting di medsos, memang benar. Namun, postingan foto itu bukan tidak mendasar, itu sengaja di posting karena pihaknya kesulitan mencari oknum wartawan tersebut.
“Kami sudah berusaha menghubungi melalui telpon namun tidak juga di angkat oleh oknum wartawan tersebut karena kami mau mengambil uang yang sebelumnya kami transfer karena menurut dia mau di kembalikan,” jelas Tino.
Ia menambahkan, sebelumnya oknum wartawan tersebut datang ke PT. BMNI untuk mengkonfirmasi terkait operasional perusahaan. Kemudian, oknum tersebut ingin menjalin kerjasama oleh karena itu pihak perusahaan memberikan transport kepada oknum wartawan tersebut sebesar 500 ribu.
“Uang itu kami transfer ke rekening Bank Lampung 3880xxxxx0066 atas nama JP namun seolah tidak mau menerima mereka meminta tambah dengan nilai 2 juta, dengan alasan untuk pemberitaan yang positif terkait PT. BMNI. Namun, pihak perusahaan tidak memenuhinya, sehingga setelah itu terbitlah pemberitaan yang seolah menyudutkan pihak PT. BSMI,” katanya menambahkan.
“Ketika oknum wartawan tersebut sudah menyebutkan permintaan nominal, menurut kami sudah mengarah kepada dugaan tindakan pemerasan,” tandasnya.
Pewarta : Baginda
Editan : Wahyu





