Lampung Utara

Bupati Lampung Utara Siap Mengikuti Presentasi Cangget Bakha di Jakarta 

krynsi
323
×

Bupati Lampung Utara Siap Mengikuti Presentasi Cangget Bakha di Jakarta 

Sebarkan artikel ini

KARYANASIONAL – Bupati.Lampung Utara, Hamartoni Ahadis diagendakan akan mengikuti presentasi kebudayaan di Jakarta pada 8 – 9 Januari 2026. Dimana Cangget Bakha diantara kebudayaan Lampung Utara diikutkan pada anugerah Kebudayaan Nasioanal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Kepala Dinas Kominfo, Gunaido Uthama membenarkan rencana agenda Bupati, Hamartoni Ahadis yang akan mengikuti jadwal panitia kebudayaan PWI pusat yakni presentasi kebudayaan.

“Alhamdulillah Cangget Bakha yang didaftarkan melalui Dinas Kebudayaan masuk sepuluh besar, dan berdasarkan tahapan selanjutnya yakni presentasi Pak Bupati pada 8 – 9 Januari 2026 mendatang dijadwalkan akan mengikuti tahapan tersebut,” kata Gunaido Uthama saat dihubungi via ponselnya, (5/1/2026).

Gunaido Uthama kembali menjelaskan materi presentasi secara takhnis sedang dimatangkan oleh Dinas Kebudayaan, Kominfo, DKLU, dan PWI Lampura.

“Mudah-mudahan tidak ada perubahan dan yang pastinya Bapak Bupati, Hamartoni Ahadis siap mengikuti tahapan presentasi tersebut. Kita doakan saja agar harapan kita bersama Cangget Bakha budaya Lampura dapat meraih anugerah kebudayaan pada Hari Pers Nasional (HPN) nanti. Bantu doa nya kawan-kawan,” jelasnya singkat.

Untuk Diketahui, sebanyak 10 Kepala Daerah dari beberapa wilayah Indonesia mulai dari Labuhan Batu, Sumatera Utara, hingga Manokwari, Papua Barat siap mengikuti tahap presentasi anugrah kebudayaan PWI pusat pada 8-9 Januari 2026 di Jakarta mendatang.

Tahapan ini menjadi penentu sebelum penyerahan tropi Abyakta pada puncak HPN 2026 di Banten pada 9 Februari 2026 mendatang.

Presentasi dilakukan untuk menguji sejauh mana para Bupati dan Wali Kota serta mengimplementasikan program pemajuan kebudayaan di Daerah masing-masing, sesuai topik yang diajukan dalam proposal.

Direktur anugerah seni dan kebudayaan PWI pusat, Yusuf Susilo Hartono menjelaskan bahwa kesepuluh Kepala Daerah tersebut dipilih secara ketat oleh dewan juri setelah menelaah proposal dan dokument pendukung yang sangat komprehensif.

“Berkas yang dinilai meliputi proposal utama, video kegiatan, dokument pokok fikiran, kebudayaan Daerah (PPKD), peraturan Daerah, tautan pemberitaan media, hingga dokumentasi photo. Totalnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan halaman, “ujar Yusuf, yang telah menangani anugrah kebudayaan PWI pusat sejak HPN 2016 di Lombok.

Untuk memastikan keabsahan dan kedalaman program, para kandidat diwajibkan mempresentasikan langsung gagasan dan capaian kebudayaan dihadapan dewan juri di Kantor PWI pusat. Dewan juri anugrah kebudayaan PWI 2026.

Dewan juri AK PWI-HPN 2026 berjumlah 5 orang, berasal dari kalangan seniman, budayawan, akademisi, dan pimpinan Pers Nasional.

Pewarta : Verli/fadli/Charles/Sandi/Eko/Coki/Arrofi/Sarpudin/Yitno/Yoyon

Editor : Wahyu 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *