Mesuji

Bupati Mesuji Serahkan Bantuan Kemanusiaan Kepada Masyarakat Terdampak Banjir di Wayserdang 

546
×

Bupati Mesuji Serahkan Bantuan Kemanusiaan Kepada Masyarakat Terdampak Banjir di Wayserdang 

Sebarkan artikel ini

KARYANASIONAL – Bupati Kabupaten (Pemkab) Mesuji bersama jajaran Forkompinda akhirnya turun tangan memberikan bantuan kemanusiaan kepada masarakat terdampak banjir yang berada di desa Labuhan Permai Kecamatan Wayserdang, Minggu (11/1/2026).

Dalam keterangannya Bupati Kabupaten Mesuji, Elfianah melalui kepala BPBD Mesuji, Budiman Neinggolan menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa puluhan warga di Kecamatan Wayserdang.

“Hari ini Minggu, (11/1/2026) seharusnya kami libur, namun demi kepentingan kemanusiaan secara umum, kami bersama jajaran Forkompinda Kabupaten Mesuji memilih turun langsung ke masyarakat terdampak banjir sekaligus memberikan bantuan logistik mendampingi Bupati Mesuji,” ungkap Budiman.

Budiman menyebut, bantuan yang di bagikan kepada masarakat terdampak banjir berupa sembako, alat dapur, peralatan mandi serta obat-obatan dan alas tidur.

“Kami memastikan semua masarakat  akan mendapatkan bantuan yang kita bagikan melalui posko siaga bencana desa, walaupun tidak memenuhi semua yang di butuhkan, paling tidak bantuan ini dapat sedikit membantu meringankan beban warga terdampak banjir,” imbuhnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada masarakat agar selalu waspada karena saat ini hujan masih sering turun dengan intensitas yang sangat tinggi.

“Laporkan kepada kami jika melihat atau pun terjadi hal-hal yang di anggap berpotensi menimbulkan bencana alam, supaya kami dari pihak BPBD dapat segera turun langsung untuk memberikan penanggulangan ataupun bantuan kemanusiaan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan Karyanasional.com, hujan deras disertai angin kencang mengguyur Kabupaten Mesuji dalam tiga hari terakhir Kamis (7/1/2026) hingga Sabtu (10/1/2026) mengakibat puluhan rumah warga desa Labuhan Permai RK O5, Kecamatan Wayserdang terendam banjir setinggi lutut orang dewasa.

Warga yang terdampak banjir mulai mengeluhkan lambannya penanganan pemerintah dalam mengatasi masalah ini.

Dendam (46) tokoh masarakat setempat mengatakan bahwa banjir kali ini merupakan terparah yang pernah terjadi di wilayah Kabupaten Mesuji.

“Ini banjir yang terparah jika di bandingkan dengan tahun-tahun yang lalu. Kami tidak dapat beraktifitas seperti biasa dan kami juga merasa was-was karena takut ada banjir susulan yang lebih parah lagi,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan langkah darurat guna mencegah banjir semakin meluas dan menimbulkan korban jiwa.

“Sudah banyak rumah yang terendam air akan tetapi pemerintah belum ada satupun yang turun, apalagi memberikan bantuan,” keluhkan.

 

Pewarta : Baginda

Editor : Wahyu

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *