banner 325x300
DaerahLampung TengahNasional

Lampung Tengah Kokoh Sebagai Lumbung Pangan dan Kekuatan Perkebunan Lampung, Komang Koheri: Kemandirian Pangan adalah Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045

579
×

Lampung Tengah Kokoh Sebagai Lumbung Pangan dan Kekuatan Perkebunan Lampung, Komang Koheri: Kemandirian Pangan adalah Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini

KARYA NASIONAL – Kabupaten Lampung Tengah kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan sekaligus pusat kekuatan sektor perkebunan di Provinsi Lampung. Berdasarkan publikasi resmi “Kabupaten Lampung Tengah Dalam Angka 2026” yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian dan perkebunan masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah dengan pertumbuhan yang stabil dan produktivitas yang terus meningkat.

Data tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Lampung Tengah tetap menjadi salah satu sentra produksi pangan terbesar di Provinsi Lampung. Komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan ubi kayu terus memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional. Di sisi lain, sektor perkebunan melalui komoditas kelapa sawit, kakao, karet, hingga tebu juga menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Produksi padi Kabupaten Lampung Tengah tercatat mencapai 694.734 ton gabah kering giling (GKG). Capaian tersebut semakin memperkuat posisi Lampung Tengah sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Lampung. Selain didukung luas lahan pertanian yang besar, peningkatan produktivitas juga didorong oleh pemanfaatan teknologi pertanian, penggunaan benih unggul, serta pendampingan kepada para petani.

Komoditas jagung juga menunjukkan perkembangan yang positif. Lampung Tengah dikenal sebagai salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Lampung yang menopang kebutuhan industri pakan ternak maupun kebutuhan nasional. Sementara itu, ubi kayu (singkong) masih menjadi komoditas strategis karena memasok kebutuhan industri pengolahan tapioka yang berkembang di wilayah tersebut.

Tidak hanya sektor tanaman pangan, subsektor perkebunan juga terus menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Kelapa sawit berkembang pesat di sejumlah kecamatan dan menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat. Kakao Lampung Tengah juga memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar, sedangkan komoditas tebu tetap menjadi penopang industri gula nasional dengan areal perkebunan yang cukup luas.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., mengatakan bahwa keberhasilan sektor pertanian dan perkebunan merupakan hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan.

“Lampung Tengah memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Pemerintah daerah akan terus hadir melalui berbagai program peningkatan produktivitas pertanian, pembangunan infrastruktur pendukung, penguatan irigasi, penyediaan sarana produksi pertanian, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia petani. Semua itu dilakukan agar kesejahteraan petani semakin meningkat,” ujar I Komang Koheri.

Menurutnya, pembangunan sektor pertanian tidak hanya berbicara mengenai peningkatan produksi, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi masyarakat, stabilitas harga pangan, dan masa depan generasi mendatang.

“Lampung Tengah Berdikari dimulai dari kemandirian pangan. Ketika sektor pertanian kuat, maka ekonomi masyarakat akan tumbuh, lapangan kerja terbuka, investasi meningkat, dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Inilah fondasi menuju Lampung Tengah Unggul, Adil, dan Sejahtera serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Lampung, dunia usaha, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan guna mendorong modernisasi sektor pertanian dan perkebunan.

Selain meningkatkan produksi, pemerintah daerah juga terus mendorong hilirisasi hasil pertanian dan perkebunan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas akses pasar bagi para petani.

Dengan potensi lahan pertanian yang luas, produktivitas yang terus meningkat, serta komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian dan perkebunan, Kabupaten Lampung Tengah diyakini akan tetap menjadi daerah strategis sebagai lumbung pangan dan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis agribisnis di Provinsi Lampung.

Kedepan, Pemkab Lampung Tengah optimistis sektor pertanian dan perkebunan akan terus menjadi motor penggerak pembangunan daerah, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (R)

2