PASAR & KOMODITAS
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
DaerahLampung Tengah

Sinkronisasi PBB-P2 dan Opsen Diperkuat, Bapenda Lamteng Dorong Optimalisasi Pendapatan di Rumbia dan Putra Rumbia

Rendra
330
×

Sinkronisasi PBB-P2 dan Opsen Diperkuat, Bapenda Lamteng Dorong Optimalisasi Pendapatan di Rumbia dan Putra Rumbia

Sebarkan artikel ini

Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus memperkuat koordinasi dan sinkronisasi dalam upaya meningkatkan realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta penerapan opsen pajak daerah.

Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Sinkronisasi dan Realisasi Pajak PBB-P2 dan Opsen di Kecamatan Rumbia dan Kecamatan Putra Rumbia, sebagai bagian dari upaya Pemkab Lampung Tengah memastikan pengelolaan dan realisasi pendapatan daerah berjalan optimal, terukur, serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi antara pemerintah daerah, kecamatan, kampung, dan pihak terkait mengenai kondisi realisasi penerimaan pajak, kendala di lapangan, sekaligus langkah percepatan yang dapat dilakukan untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bapenda Lampung Tengah, Dr. (Can) Muhammad Arnez, S.E., M.Si., menegaskan bahwa optimalisasi PBB-P2 dan opsen membutuhkan sinergi seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat kampung.

Menurutnya, keberhasilan peningkatan pendapatan asli daerah tidak hanya bergantung pada perangkat daerah, tetapi juga membutuhkan dukungan aparatur di wilayah dalam melakukan pendataan, penyampaian informasi kepada masyarakat, serta mendorong kesadaran wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya.

β€œSinkronisasi ini penting untuk memastikan data, potensi, dan realisasi di lapangan dapat kita lihat secara bersama-sama. Dengan data yang akurat dan koordinasi yang baik, langkah percepatan penerimaan PBB-P2 maupun opsen dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran,” ujar Arnez.

Ia menambahkan, Bapenda Lampung Tengah terus mendorong agar kecamatan dan kampung aktif melakukan pemantauan terhadap perkembangan realisasi pajak. Setiap kendala yang ditemukan di lapangan diharapkan dapat segera dikomunikasikan sehingga dapat dicarikan solusi secara bersama.

Arnez juga menekankan pentingnya pelayanan dan pendekatan yang baik kepada masyarakat. Menurutnya, peningkatan penerimaan pajak harus berjalan beriringan dengan pemberian pemahaman bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat pada akhirnya kembali dalam bentuk pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik.

Optimalisasi penerimaan daerah tersebut juga merupakan bagian dari tindak lanjut arahan dan instruksi Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., yang terus mendorong seluruh organisasi perangkat daerah untuk bekerja secara terukur, memperkuat koordinasi, serta mengoptimalkan potensi pendapatan daerah.

Di bawah kepemimpinan I Komang Koheri, jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah diarahkan untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian target administrasi, tetapi juga memastikan setiap potensi pendapatan daerah dapat dikelola secara maksimal dan mendukung keberlanjutan program pembangunan.

Arahan tersebut menjadi perhatian Bapenda Lampung Tengah dalam melakukan penguatan koordinasi dengan kecamatan dan kampung, termasuk melalui kegiatan sinkronisasi seperti yang dilaksanakan di Rumbia dan Putra Rumbia.

β€œPak Plt. Bupati Lamteng terus memberikan arahan agar seluruh jajaran bekerja maksimal, melakukan pemetaan potensi, memperkuat koordinasi dan memastikan target pendapatan daerah dapat direalisasikan. Ini yang terus kami tindak lanjuti di Bapenda,” jelas Arnez.

Ia berharap, melalui sinergi yang semakin kuat antara Bapenda, kecamatan, kampung, serta masyarakat sebagai wajib pajak, realisasi PBB-P2 dan opsen di Kabupaten Lampung Tengah dapat terus mengalami peningkatan.

β€œYang paling penting adalah bagaimana kita membangun kesadaran bersama. Pemerintah bekerja, aparatur di wilayah bergerak, dan masyarakat memahami kewajibannya. Kalau semua berjalan bersama, maka optimalisasi pendapatan daerah akan lebih mudah dicapai,” pungkasnya.

Kegiatan sinkronisasi di Kecamatan Rumbia dan Putra Rumbia sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Lampung Tengah dalam memperkuat tata kelola pendapatan daerah. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian fiskal daerah sekaligus memperkuat dukungan terhadap pembangunan yang berkelanjutan demi mewujudkan Lampung Tengah Unggul, Adil, dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045. (R)

HAK CIPTA DILINDUNGI
Dilarang mengutip atau menyalin artikel tanpa mencantumkan link sumber resmi Karya Nasional.

2