PASAR & KOMODITAS
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
DaerahHeadlineLampung TengahNasionalPendidikan

Disdikbud Lamteng Ajak Generasi Muda Mengenang Sejarah dan Merawat Persatuan

Rendra
551
×

Disdikbud Lamteng Ajak Generasi Muda Mengenang Sejarah dan Merawat Persatuan

Sebarkan artikel ini

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) menjadikan 30 September sebagai momentum untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus menanamkan nilai persatuan, nasionalisme, dan Pancasila kepada generasi penerus.

Peringatan tersebut menjadi ruang refleksi untuk mengingat kembali peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S) yang merupakan bagian penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Bagi dunia pendidikan, mengenang sejarah bukan sekadar mengingat peristiwa masa lalu, tetapi juga mengambil pelajaran agar generasi muda memiliki kesadaran kebangsaan dan mampu menjaga persatuan.

Kepala Disdikbud Kabupaten Lampung Tengah, Dr. Nur Rohman, S.E., M.Sos.I., mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pelajar dan generasi muda, untuk memahami sejarah secara bijak serta menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pembelajaran dalam membangun masa depan bangsa.

β€œSejarah harus terus kita kenang dan pelajari. Dari sejarah, generasi muda dapat memahami pentingnya persatuan, menjaga keutuhan bangsa, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nur Rohman, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, nilai-nilai kebangsaan tidak cukup hanya disampaikan melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga perlu diwujudkan melalui sikap saling menghargai, gotong royong, toleransi, disiplin, dan menjaga persatuan.

β€œJangan biarkan sejarah terulang. Jadikan pengalaman masa lalu sebagai pelajaran untuk memperkuat persatuan dan membangun generasi yang berkarakter. Pancasila harus menjadi nilai yang hidup dalam kehidupan kita,” tegasnya.

Dr. Nur Rohman juga mengingatkan bahwa kemajuan bangsa membutuhkan generasi yang tidak melupakan sejarah. Menurutnya, pemahaman terhadap perjalanan bangsa dapat membangun rasa cinta Tanah Air sekaligus memperkuat komitmen untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Momentum 30 September, lanjutnya, hendaknya dimaknai secara bijak sebagai kesempatan untuk menumbuhkan kesadaran sejarah dan memperkuat semangat kebangsaan, terutama di kalangan generasi muda.

β€œMari rawat persatuan, junjung nilai-nilai Pancasila, hormati sejarah bangsa, dan bersama-sama membangun Indonesia yang damai, kuat, serta berkarakter,” pungkas Nur Rohman.

Mengenang sejarah bukan untuk mempertajam perbedaan, melainkan untuk mengambil pelajaran dari masa lalu, merawat persatuan hari ini, dan menyiapkan generasi yang lebih kuat untuk masa depan Indonesia. (Rendra)

HAK CIPTA DILINDUNGI
Dilarang mengutip atau menyalin artikel tanpa mencantumkan link sumber resmi Karya Nasional.

2