HeadlineHukumLampung Tengah

“Polantas Menyapa” Polres Lamteng Ubah Pelajar Jadi Pelopor Keselamatan

Dodi
705
×

“Polantas Menyapa” Polres Lamteng Ubah Pelajar Jadi Pelopor Keselamatan

Sebarkan artikel ini

KARYA NASIONAL – Kasat Lantas Polres Lampung Tengah (Lamteng) AKP Glend Felix Siagian, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., CPHR., CBA., menegaskan bahwa keselamatan pelajar di jalan raya adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Melalui instruksi langsung untuk “jemput bola” ke sekolah-sekolah, Satlantas Polres Lamteng kini gencar menanamkan doktrin keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban hukum, demi mencetak generasi emas yang sadar aturan di SMKN 1 Terbanggi Besar, Jumat (23/1/2026).

Langkah preventif itu diambil bukan tanpa alasan. Berdasarkan evaluasi rutin, usia remaja merupakan usia yang paling rentan terjebak dalam perilaku berisiko di jalan raya. Oleh karena itu, di bawah arahan Kapolres Lampung Tengah, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, S.I.K., S.H., M.H., program Police Goes To School bertajuk “Polantas Menyapa” hadir sebagai jembatan komunikasi antara institusi Polri dan dunia pendidikan untuk menyatukan persepsi mengenai keamanan publik.

Kegiatan yang dipimpin oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Lampung Tengah, Ipda Andria Saputra, S.H., M.H., CPHR, bersama sejumlah personel terampil tersebut, mengemas materi edukasi secara interaktif namun tetap sarat akan nilai disiplin. Para siswa tidak hanya diberi tahu tentang larangan, tetapi juga diberikan pemahaman mendalam mengenai konsekuensi logis dari setiap tindakan di jalanan.

“Kami ingin adik-adik pelajar di SMKN 1 Terbanggi Besar ini menjadi subjek, bukan hanya objek dari aturan lalu lintas. Mereka harus paham mengapa helm SNI itu wajib, mengapa knalpot brong itu merugikan orang lain, dan mengapa balap liar adalah jalan pintas menuju tragedi,” jelas Ipda Andria di hadapan ratusan siswa yang hadir.

Visi AKP Glend Felix Siagian dalam memimpin Satlantas tidak hanya berhenti pada retorika. Dalam kunjungan tersebut, Satlantas Polres Lampung Tengah turut membagikan bantuan nyata berupa helm keselamatan standar SNI dan paket alat tulis.

Pemberian ini memiliki makna filosofis yang dalam. Helm melambangkan komitmen Polri dalam melindungi fisik para pelajar dari potensi cidera fatal, sementara alat tulis adalah bentuk dukungan terhadap kelangsungan masa depan intelektual mereka. Polri ingin menunjukkan bahwa kehadiran polisi di sekolah adalah sebagai mitra strategis yang mendukung pendidikan, bukan sebagai sosok yang menakutkan.

Menutup rangkaian kegiatan, Kasat Lantas menegaskan bahwa SMKN 1 Terbanggi Besar hanyalah salah satu dari sekian banyak sasaran program ini. Satlantas Polres Lampung Tengah berkomitmen untuk menyisir seluruh institusi pendidikan di wilayah Kabupaten Lampung Tengah secara berkelanjutan.

“Ini adalah investasi peradaban. Jika hari ini kita berhasil menanamkan benih kedisiplinan pada siswa sekolah, maka sepuluh tahun ke depan kita akan memanen masyarakat yang sadar hukum dan minim kecelakaan. Kami ingin mencetak generasi muda yang disiplin, sadar hukum, dan benar-benar berbudaya tertib berlalu lintas,” pungkas AKP Glend.

Dengan adanya program Polantas Menyapa ini, diharapkan angka pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polda Lampung dapat ditekan secara signifikan, sekaligus mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat, khususnya kalangan milenial dan Gen Z. (Dodi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *