KARYANASIONAL – SMAN 1 Ngambur Kabupaten Pesisir Barat menjadi buah bibir wali murid dan siswa, pasalnya pihak sekolah diduga melakukan pungutan liar (Pungli) kepada siswa kelas Xll.
Selain pungli pihak sekolah disinyalir memotong uang bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) .
Informasi Pungli dan pemotongan PIP di SMAN 1 Ngambur disampaikan sumber yang identitasnya enggan untuk disebut kepada media baru baru ini.
Dalam keterangannya, dugaan pungli untuk biaya perpisahan para siswa kelas Xll dikenakan 120 ribu rupiah per siswa, sedangkan untuk siswa yang mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) pihak sekolah diduga memotong sebesar 50 ribu rupiah.
Lebih jauh ia menyampaikan bahwa selain keterangan dari siswa, modus pihak sekolah melakukan pungli terkuak setelah ada pemberitahuan dari bagian kesiswaan SMAN 1 Ngambur yang menyampaikan melalui pesan grup WhatsApp kesiswaan dengan bunyi.
“Kepada kelas XII diharapkan menyelesaikan pembayaran dan pelunasan kegiatan perpisahan sebelum ujian sekolah berlangsung, bagi siswa yang sudah melunasi atau membayar dilarang untuk mengambil dan mengitimidasi bendahara MPK dan OSIS, bagiyang sudah memaksa mengambil dana tersebut bapak minta untuk dikembalikan,” jelas sumber.
Untuk pemotongan bantuan PIP, pihak sekolah meminta langsung dari siswa yang mendapatkan bantuan setelah para siswa mencairkan dari pihak bank, beber sumber.
Atas hal tersebut dikonfirmasi melalui WhatsApp, Waspodo Ari. W. Kepala Sekolah SMAN 1 Ngambur mengelak jika ada pungli dan pemotongan di sekolah yang ia pimpin.
Waspodo berdalih bahwa terkait informasi tersebut ia sudah menanyakan langsung ke- guru yang bersangkutan.
Dirinya mengatakan bahwa tidak ada pemaksaan, dan kegiatan perpisahan tidak diagendakan di sekolah. Sementara untuk PIP tidak ada pemotongan.
“Maaf bang, untuk informasi ini sudah saya tanyakan langsung ke guru yang bersangkutan. Tidak ada pemaksaan, dan kegiatan perpisahan tidak diagendakan oleh sekolah. Untuk PIP tidak ada pemotongan,” ucap Waspodo kepada wartawan, Kamis, 12 Maret 2026.
Pewarta : Rikki
Editor : Wahyu








