KARYA NASIONAL – Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan pertanian guna menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pertanian dan Pelepasan Purna Tugas BBI Trimurjo, yang digelar di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Rabu 12 Agustus 2026.
Turut hadir Pj. Swasembada Provinsi Lampung, Ibu Tin Lathifah, S.P., M.Si., Kepala BPPK Lampung, Eki Endro Gunawan, S.P., M.E., Ph.D., Kepala Dinas Ketahanan Pangan TPH Lampung Tengah, I Nyoman Gunadiarsa, Kepala Dinas PSDA Lamteng, Sulaeman, S.T., M.M., Camat Trimurjo, Anwar Sadat, S.Kom., Katimker Penyuluh Pertanian Lampung Tengah, para kepala bidang, pejabat fungsional, penyuluh pertanian, serta staf Dinas Ketahanan Pangan TPH Lampung Tengah.
Hadir pula para pegawai yang telah memasuki masa purna tugas sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam mendukung pembangunan pertanian di Kabupaten Lampung Tengah.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan instansi terkait, penyuluh pertanian, petani, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian.
Dalam sambutannya, I Komang Koheri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini bekerja keras menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Lampung Tengah.
“Sektor pertanian merupakan salah satu kekuatan utama daerah sekaligus memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan di Provinsi Lampung,” ungkap orang nomor satu di Bumi Beguai Jejamo Wawai tersebut.
Produksi Gabah Terus Mengalami Peningkatan
Komang Koheri membawa kabar positif terkait perkembangan produksi pangan di Lampung Tengah. Berdasarkan evaluasi produksi gabah, produksi Gabah Kering Giling (GKG) Kabupaten Lampung Tengah pada 2024 tercatat sebesar 614.017 ton.
Angka tersebut meningkat pada 2025 menjadi 681.234 ton GKG, atau mengalami kenaikan sekitar 67.217 ton atau 10,94 persen. Capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan produktivitas sekaligus memperkuat posisi Lampung Tengah sebagai salah satu daerah penyangga pangan utama di Provinsi Lampung.
Produksi tersebut dicapai dengan total luas tanam sekitar 186.204 hektare. Sementara hingga 2026, Lampung Tengah telah mencapai luas tanam sekitar 87.184 hektare, yang menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan produksi pangan daerah.
Capaian tersebut, menurut I Komang Koheri, tidak terlepas dari kerja keras para petani, penyuluh pertanian, jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pengairan SDA, serta seluruh perangkat daerah dan stakeholder yang terus memberikan dukungan terhadap pembangunan pertanian.
Potensi Pertanian Jadi Kekuatan Daerah
Selain komoditas padi, Lampung Tengah juga memiliki potensi besar pada berbagai komoditas pertanian lainnya.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri menyebut luas tanam jagung dalam kurun lima tahun terakhir mencapai sekitar 73.503 hektare, dengan produksi rata-rata sekitar 513.600 ton setiap tahun.
Sementara komoditas ubi kayu juga menjadi salah satu kekuatan pertanian Lampung Tengah. Luas tanam ubi kayu dalam lima tahun terakhir tercatat sekitar 98.440 hektare, dengan produksi rata-rata mencapai sekitar 1.389.345 ton setiap tahunnya.
Besarnya potensi tersebut menjadi modal penting bagi Kabupaten Lampung Tengah untuk terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.
“Capaian ini bukanlah hasil kerja satu pihak saja. Keberhasilan pembangunan pertanian merupakan buah dari sinergi antara Pemkab Lampung Tengah, Pemprov Lampung, pemerintah pusat, petani, penyuluh, kelompok tani, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap sektor pertanian,” tegas Komang Koheri.
Sinergi dan Dukungan Petani Terus Diperkuat
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati Lamteng juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyuluh pertanian dan jajaran Dinas Ketahanan Pangan yang selama ini bekerja langsung bersama para petani.
Ia menilai keberadaan penyuluh sangat penting dalam membantu petani meningkatkan pengetahuan, produktivitas, penerapan teknologi, hingga menghadapi berbagai tantangan pertanian yang terus berkembang.
Pemkab Lamteng juga menyambut berbagai dukungan dan program prioritas dari Kementerian Pertanian yang diberikan kepada daerah. Dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat upaya Lampung Tengah dalam mencapai target swasembada pangan.
Ke depan, pemerintah daerah akan terus berupaya menjamin ketersediaan pupuk, memperbaiki sarana dan prasarana pertanian, memperluas jangkauan asuransi pertanian untuk meminimalkan risiko gagal panen, serta mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi pertanian.
“Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pihak swasta juga akan terus kita kembangkan guna meningkatkan teknologi, inovasi, efisiensi produksi, serta nilai tambah hasil pertanian,” ungkap Komang Koheri.
Menuju Lampung Tengah sebagai Lumbung Pangan
I Komang Koheri optimistis dengan kerja keras dan kebersamaan seluruh pihak, target pembangunan pertanian yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik, bahkan melampaui harapan. Pemkab Lamteng berkomitmen menjaga ketersediaan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, memperluas akses sarana produksi, serta memastikan hasil pembangunan pertanian dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Penguatan sektor pertanian juga kami harap mampu meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat pedesaan, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” harap Plt. Bupati Lampung Tengah.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lampung Tengah TPH Lampung Tengah, I Nyoman Gunadiarsa, terus mendorong penguatan koordinasi dengan penyuluh, petani, perangkat daerah dan stakeholder pertanian agar berbagai program ketahanan pangan dapat berjalan secara terpadu dan tepat sasaran.
Dengan potensi lahan pertanian yang besar, peningkatan produksi gabah, serta dukungan berbagai pihak, Kabupaten Lampung Tengah memiliki peluang besar untuk semakin memperkuat perannya sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Lampung.
“Semoga sinergi dan kerja sama yang telah terbangun terus kita jaga dan tingkatkan, sehingga Kabupaten Lampung Tengah semakin maju, sejahtera, dan menjadi lumbung pangan yang membanggakan di Provinsi Lampung,” ujar I Nyoman Gunadiarsa.
Pemerintah daerah berharap semangat gotong royong seluruh pemangku kepentingan dapat terus dipertahankan, sehingga pembangunan pertanian Lampung Tengah mampu berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani serta masyarakat. (R)












