Example 728x250
Bandar LampungBerita Pilihan

Sekretaris Dinsos M Risco Irawan Tutup Kegiatan Bimsos UPTD PSBR Radin Intan Tahun 2018

215
×

Sekretaris Dinsos M Risco Irawan Tutup Kegiatan Bimsos UPTD PSBR Radin Intan Tahun 2018

Sebarkan artikel ini

KARYANASIONAL.COM, Bandarlampung, __ Anak merupakan cermin yang memilki posisi strategis keberlangsungan hidup bangsa sekaligus generasi penerus perjuangan bangsa yang mengarah pada pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menggapai keberhasilan cita cita masa depan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Lampung Sumarju Saeni yang dibacakan Sekretaris Dinsos M Risco Irawan saat penutupan Bimbingan Sosial (Bimsos) dan keterampilan siswa dan siswi UPTD Pelayanan Sosial Bina Remaja(PSBR) Radin Intan tahun 2018, Selasa (30/10).

Menurut M. Risco Irawan yang mewakili Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni, untuk mencapai SDM yang berkualitas maka, anak tentu memerlukan pembinaan agar pengembangan diri dapat mengarah kepada kemantapan identitas diri yang baik dalam masyarakat. Maka, bagian dalam suatu lembaga yang pertama bertanggung jawab adalah peran orang tua atau keluarga, ujar M. Risco Irawan.

Namun, lanjut Risco, ketika orang tua atau keluarga tidak mampu melaksanakan bimbingan terhadap anak, maka negara berkewajiban menjamin dan menyediakan perlindungan, pelayanan maupun kesejahteraan anak tersebut, tambah dia.

Saat ini, lanjut dia, Dinsos Provinsi Lampung melalui UPTD PSBR Radin Intan telah melaksanakan pembinaan dan pengembangan remaja putus sekolah yang orientasinya terlantar, dalam konteks ini telah tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 03 Tahun 2017 tentang pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas(UPTD) pada Dinsos Provinsi Lampung, jelas dia.

“UPTD PSBR Radin Intan memiliki tugas dalam memberikan pelayanan dan pengembangan sosial,” kata M. Risco Irawan.

Tugas tanggung jawab tersebut seperti, melakukan bimbingan sosial, bimbingan mental, fisik dan pelatihan keterampilan praktis, kata dia.

Alternatifnya, kata Risco Irawan, bisa melalui pelayanan dengan sistem panti yang kita anggap sebagai alternatif terakhir, jika fungsi dan peran keluarga atau orang tua serta masyarakat tidak mampu memberikan pelayanan dan pemenuhan kebutuhan bagi anak atau remaja, dalam hal ini yang putus sekolah akibat terlantar, terang dia.

Saya berharap saat ini bagi anak anak yang telah berhasil menjadi bimbingan keterampila di UPTD PSBR Radin Intan, semoga keterampilan dan ilmu yang didapat bisa bermanfaat, agar mampu mengembangkan keterampilannya dan berguna bagi masyarakat, harap dia.

Semoga, apa yang di dapat selama di latih oleh pengajar, instruktur maupun narasumber menjadi lebih bermanfaat dalam mengembangkan diri serta dapat diimplementasikan kepada masyarakat, sehingg menjadi kebanggaan orang tua dan keluarga, kata M Risco Irawan.

Pelatihan keterampilan bagi siswa dan siswi remaja putus sekolah dengan dampak terlantar tentu melibatkan pihak pihak terkait yang berkompeten dalam teknis pengajar seperti, instruktur dari unsur Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi baik Kabupaten/kota maupun Provinsi, mitra kerja PSM dan TKSK yang terus memberikan support kemajuan bagi anak anak remaja putus sekolah saat menjadi siswa dan siswi.

Pesan saya, manfaatkan dengan baik segala bekal ilmu sesuai bidang masing masing, jika siswa dan siswi nantinya telah bekerja, manfaatkan ilmu itu dengan baik, jaga norma norma agama dan sosialnya, terapkan sopan santun selama menjadi siswa dalam pelatihan ini, semoga menjadi lebih baik, pungkas M. Risco Irawan. (Helmi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

footer { display: block; background-color: black; color: white; border-top: 3px solid #c4a0a4; }