Example 728x250
DaerahMesuji

PT Crum Rabber Vactori Mesuji Diduga Kangkangai Undang-undang Tenaga Kerja

18
×

PT Crum Rabber Vactori Mesuji Diduga Kangkangai Undang-undang Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini

KARYANASIONAL.COM – Terkait banyaknya laporan soal carut marutnya sistem kerja yang di terapkan oleh PT. Crum Rabber Vactori (Sungai budi Grup-Anak BW) yang ada di wilayah Kabupaten Mesuji, mulai dari upah harian yang di bawah standar umum, karyawan di wajibkan ronda malam setelah selesai  bekerja, dan pekerja tidak diberi Alat pelindung diri (APD) melainkan harus membeli dengan pihak perusahaan, serta banyak karyawan atau pekerja yang tidak mendapatkan Jamsostek dan masih banyak masalah lainnya  yang merugikan karyawan.

Diduga kuat perusahaan yang bergerak di pengolahan getah karet exspor tersebut memiliki sistem yang Baku yang tidak mengacu pada undang-undang tenaga kerja no 13 Tahun 2003.

Menindak lanjuti hal-hal tersebut Dinas tenaga kerja dan tranmigrasi kabupaten  mesuji melalui kepala dinas Ripriyanto menjelaskan pihak nya akan serius menyelesaikan masalah tersebut dan akan bekerja secara profesional.

Menurutnya hal tersebut tidak bisa di biarkan karna menyangkut Hak orang banyak.terlebih pihak perusahan induk dalam hal ini Sungai budi grup juga  tidak mengindahkan panggilan yang sudah dikirim oleh pemerintah setempat melalui  disnakertran sebanyak tiga kali.

“Secepat nya kita akan lakukan kordinasi dengan pimpinan serta akan melakukan  langkah-langkah tegas terkait masalah-masalah yang ada di PT.Crum rabber,kita sudah tiga kali kirimkan surat panggilan yang di tandatangani langsung oleh sekrearis daerah(Sekda)dan di tujukan kepada pimpinan  perusahaan induk nya namun sampai saat ini belum ada yang datang dan seolah surat kita tidak di tanggapi mereka hanya beralasan bos sedang sibuk baru pulang dari luar kota jadi belum bisa datang memenuhi panggilan kita”jelas Ripri pada rabu 02-september-2020.

Sampai berita terkait di terbitkan beberapa kali di media online  pimpinan perusaan PT. Crum Rabber Beni indra yang ada di mesuji juga tidak pernah bisa di mintai keterangan(convernasi), dengan alasan pimpinan sedang sibuk dan sedang Rapat,yang lebih  ironis nya lagi banyak  tamu baik masarakat umum wartawan dan LSM tidak boleh masuk kedalam perusahaan tersebut melain kan hanya sebatas sampai POS scuriti saja dan hanya bisa comunikasi dengan scuriti yang sedang berjaga pada saat itu.menurut keterangan scuriti yang berjaga hal tersebut adalah  perintah langsung dari pimpinan. (Baginda)

READ  Bupati Hj. Winarti: Alhamdulillah Tulang Bawang Masih Zona Hijau Penyebaran Covid-19
Example 120x600
footer { display: block; background-color: black; color: white; border-top: 3px solid #c4a0a4; }