Pasca Penolakan Operasional Tiga Tower BTS, Provider Datangi Warga Kelurahan Srengsem

KARYANASIONAL.COM – Provider pengelola tower akhirnya mendatangi warga Kelurahan Srengsem Kecamatan Panjang yang terdampak tower untuk berdialog, pasca penolakan operasional tiga tower BTS (Base Transceiver Stasiun) yang mengepung permukiman padat penduduk di Kelurahan Srengsem, Kecamatan Panjang, Kota Bandarlampung.

Dijelaskan Amri selaku lurah Srengsem , tiga tower yang dikeluhkan warga tersebut milik tiga perusahaan yang berbeda, yakni PT Telkomsel, PT Satelindo dan PT Centratama Telekomunikasi (Cent), “Ya, minggu kemarin PT Telkomsel dan PT Satelindo telah menyambangi warga untuk berdialog. Kita juga masih menunggu dan berharap management PT Cent bersikap terbuka untuk berdialog dengan warga,” ucapnya, Selasa (15/09/2020).

Lanjut Amri, setelah dilakukan dialog dengan PT Telkomsel dan PT Satelindo, tuntutan warga akhirnya menemui lampu hijau, dan dalam dialog, kedua perusahaan itu berjanji akan mengakomodir tuntutan warga. Bahkan pihak perusahaan menegaskan memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan.

Ada tiga poin tuntutan warga yang akan diakomodir pihak perusahaan yakni pembangunan sumur bor, pemasangan lampu penerangan jalan di sekitar lokasi tower, dan perbaikan jalan masuk menuju tower.

“Selama ini pihak perusahan mengaku bukan tidak peduli terhadap lingkungan, tapi karena memang selama ini tidak ada pemberitahuan kepada perusahaan dalam bentuk permohonan seperti proposal atau sejenisnya dari warga,” tutur Amri.

Masih kata Amri, dialog tersebut datang atas inisiatif pihak perusahaan. Kata dia, warga yang menolak keberadaan tower diundang untuk bermusyawarah. Pihak kelurahan hanya memediasi saja.

“Kami mengapresiasi sikap kooperatif dari PT Telkomsel dan PT Satelindo terhadap keluhan warga, dengan mau mengajak warga untuk berdialog, kami juga berharap tuntutan warga dapat segera direalisasikan,” ujarnya lagi.

Menurut Amri, mediasi yang dilakukan Kelurahan adalah sebagai bentuk keterbukaan pihaknya terhadap aspirasi warga. Namun harus tetap prosedural dan benar-benar untuk kepentingan umum, “Kita tampung aspirasi warga, kalau untuk kepentingan orang banyak tentu kita support,” tegasnya.

Sementara, Ketua Pemuda Srengsem, Aprilianto mengharapkan dengan adanya dialog perusahaan dengan warga, ke depan dapat terjalinya komunikasi yang baik, “Kita berharap komunikasi warga dengan perusahaan bisa baik, sehingga tidak ada lagi aksi penolakan dari warga,” ucapnya. (Helmi)

footer { display: block; background-color: black; color: white; border-top: 3px solid #c4a0a4; }