Lain-Lain

Perdana di Lampung, Pekon Way Redak Jadi Desa Binaan Perguruan Tinggi

Avatar
139
×

Perdana di Lampung, Pekon Way Redak Jadi Desa Binaan Perguruan Tinggi

Sebarkan artikel ini

IMG-20250712-WA0028

KARYANASIONAL – Dosen Institut Tekhnolgi Bandung (ITB) serta dosen Universitas Brawijaya (UB) dan Mahasiswi ITB melakukan pemasangan alat Ultrafiltrasi air bersih siap minum di pekon Way Redak Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat Lampung, Sabtu (12/7/2025).

Menurut ketua tim pengabdian masyarakat ITB Dr Nia Kurniasih pemasangan alat ultrafiltrasi air bersih siap minum merupakan program ITB dalam membantu pemerintah menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat, salah satunya permasalahan air bersih dengan membuat program Skema Bottom Up 2025 mitigasi bencana hidrometeorologi dan vitalisasi ekowisata bahari bebas sampah plastik melalui ultrafiltrasi air bersih siap minum.

Kami berharap dengan dipasangnya alat ultrafiltrasi air di pekon (desa) Way Redak, masyarakat bisa menikmati air bersih siap minum yang higienis secara gratis,” ungkapnya.

Sementara itu, dosen ITB lainya Miga Magenika Julian S.T., M.T menjelaskan Perubahan iklim yang disebabkan beberapa faktor seperti polisi udara yang berasal dari asap kendaraan serta limbah pabrik dan alih pungsi hutan menjadi penyebab utama perubahan iklim sehingga berpengaruh pada siklus musim hujan dan musim kemarau.

Sementara itu, dosen UB Esa Fajar Hidayat S.Kel.,M.Si menyampaikan untuk saat ini di wilayah Lampung baru Pekon Way Redak yang telah di pasang alat ultrafiltrasi air.

“Karena memang baru pekon Way Redak yang menjadi desa binaan ITB di Provinsi Lampung,” jelasnya.

Dikesempatan itu Peratin ( kepala desa) Way Redak Tamzirulloh mewakili masyarakatnya tak lupa menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak kampus ITB karena sudah memberikan bantuan alat filtrasi air siap minum.

Dirinya berharap kedepanya akan ada bantuan lainnya dari ITB seperti alat pengolahan sampah, dengan demikian nantinya sampah yang ada di Way Redak akan diolah sehingga bernilai ekonomis.

“Kegiatan ini tidak hanya menjawab kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih, tetapi juga berkontribusi besar terhadap pengurangan sampah plastik sekali pakai di kawasan wisata Bahari. Para wisatawan kini dapat mengisi ulang air minum di Water Refil Station yang telah dipasang, sehingga diharapkan dapat menurunkan jumlah konsumsi air minum dalam botol plastik.

Tim pengabdian berharap, kegiatan ini dapat direplikasi di wilayah Pesisir lainnya di Indonesia, sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi serta pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan air Bersih dan Sanitasi layak untuk semua.

 

Pewarta : Rikki

Editor : Wahyu