Lampung Utara

Rutan Kelas II B Kotabumi Terus Berinovasi Galakan Swasembada Pangan

266
×

Rutan Kelas II B Kotabumi Terus Berinovasi Galakan Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini

KARYANASIONAL – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kotabumi terus berinovasi dalam memberikan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kali ini, pihak Rutan mengajak para warga binaan untuk memanfaatkan lahan kosong di area branggang (area sterilisasi) Rutan guna mendukung program swasembada pangan Nasional.

Langkah ini diambil sebagai bentuk tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto melalui “Asta Cita” serta instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan terkait ketahanan pangan dan pemberdayaan warga binaan.

Kepala Rutan (Karutan) Kelas II B Kotabumi, Marthen Butar Butar melalui Ka KPR, Robi Sugara menjelaskan bahwa program ini memiliki tujuan ganda. Selain untuk memaksimalkan fungsi lahan yang selama ini tidak terpakai, kegiatan ini juga menjadi sarana asimilasi dan edukasi bagi warga binaan.

“Kami ingin mengubah stigma bahwa penjara hanya tempat menjalani hukuman. Di sini, kami mengajak saudara-saudara warga binaan untuk produktif. Lahan yang tadinya tidur, kini kami garap bersama untuk ditanami berbagai komoditas pangan seperti sayur-mayur, cabai, dan tanaman produktif lainnya serta pembudidayaan ikan kolam dan ayam bertelur,” ujar Ka KPR, Robi Sugara kepada Wartawan, Minggu (11/1/2026).

Proses penggarapan lahan, lanjutnya, dilakukan dengan semangat gotong royong. Di bawah pengawasan ketat petugas, para warga binaan diajarkan teknik pengolahan tanah, pemilihan bibit, hingga perawatan tanaman. Hal ini diharapkan menjadi bekal keterampilan (life skill) yang berguna saat mereka kembali ke masyarakat nanti.

“Harapannya, hasil panen nanti tidak hanya dapat dinikmati untuk kebutuhan internal Rutan, tetapi juga bisa berkontribusi pada ketersediaan pangan di lingkungan sekitar. Ini adalah langkah kecil kami untuk mendukung swasembada pangan Indonesia,” tambahnya.

Antusiasme terlihat dari para warga binaan yang terlibat. Kegiatan bercocok tanam ini dinilai efektif untuk mengurangi kejenuhan selama masa tahanan sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dan disiplin.

Program pertanian di Rutan Kelas II B Kotabumi ini rencananya akan terus dikembangkan secara berkelanjutan dengan variasi tanaman yang disesuaikan dengan kondisi tanah dan cuaca, guna memastikan hasil panen yang maksimal.

“Kami terus berbenah baik dari sisi kantor, lingkungan kantor, pelayanan kepada masyarakat, dan yang lebih utama pembenahan internal petugas,” tukasnya.

Pewarta : Verli/fadli/Charles/Sandi/Eko/Coki/Arrofi/Sarpudin/Yitno/Yoyon

Editor : Wahyu

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *