KARYANASIONAL – Menjelang Ajang Anugerah Kebudayaan PWI pusat tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara bersama dinas terkait menggelar rapat koordinasi di ruang rapat Bupati setempat, Jumat (2/1/2026).
Rapat ini difokuskan pada pemantapan materi presentasi untuk ajang bergengsi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat yang dijadwalkan berlangsung pada 8 – 9 Januari 2026, di Hall Dewan Pers, Jakarta.
Dalam sambutannya Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis mengatakan bahwa keikutsertaan Kabupaten Lampung Utara dalam Anugerah Kebudayaan ini bukan hanya sekadar kompetisi akan tetapi momentum penting untuk menunjukkan kabupaten Lampung Utara mampu membawa kebudayaan lokal ke tingkat nasional.
“Kita ingin membawa narasi bahwa kebudayaan “Cangget Bakha” di kabupaten Lampung Utara tidak meninggalkan akar budaya. Saya ingin pada saat presentasi Anugrah Kebudayaan ini kita tampil secara maksimal,” kata Hamartoni.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwasata, Perdana Putra memaparkan progres program unggulan yang akan menjadi materi utama dalam presentasi tersebut.
“Pada presentasi nanti akan menjadi penentu bagi Kabupaten Lampung Utara untuk meraih trofi tertinggi di bidang kebudayaan pada puncak perayaan HPN 2026. Dan momen ini diharapkan mampu membawa nama baik daerah di tingkat nasional.” ujar Perdana.
Diberitakan sebelumnya, Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis masuk dalam sepuluh besar dalam ajang Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.
Penganugrahan ini dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Hamartoni Ahadis memperoleh nilai 375.
Penilaian ini tentunya telah melalui tahapan, dimana tahapan pertama yakni proses pendaftaran dilanjutkan dengan proses penjurian berkas, dan penjurian substansi yang diikuti oleh 22 pendaftar dan 16 diantaranya dari 12 Provinsi.
Penganugrahan ini melibatkan lima orang dewan juri yakni Dr. Nungki Kusumastuti (Dosen IKJ, Penari dan Artis Film), Agus Dermawan (Pengamat dan Penulis Seni Budaya), Sudjiwo Tejo (Seniman dan Budayawan), Akhmad Munir (Dirut LKBN, Kerua PWI Pusat), dan Yusuf Susilo Hartono (Pelukis dan Penyair).
Dari kelima dewan juri tersebut memutuskan dan menetapkan Bupati/Walikota masuk 10 besar maju ke babak presentasi pada 8-9 Januari 2026 di Kantor PWI Jakarta Pusat.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lampura, Perdana Putra mengatakan bahwa pihaknya telah menerima tembusan surat pemberitahuan tersebut dan akan dilaporkan dirinya ke Bupati Lampura.
“Saya akan segera melaporkan ke Bupati terkait masuknya Bupati ke 10 besar pada ajang kebudayaan. Setelah melaporkan maka akan mengikuti arahan Bupati untuk proses selanjutnya yakni proses presentasi,” ujar Perdana. Rabu (31/12/2025).
Dijelaskan Perdana, pihaknya mengikuti pendaftaran dengan menonjolkan potensi kebudayaan Cangget Bakha purnama yang mempertemukan tradisi yang menyatukan hal ini tentunya sebagai wujud pelestarian kebudayaan Lampung Utara.
“Kita berdoa saja semoga dengan moment ini, Lampung Utara bisa mendapatkan anugerah kebudayaan sebagai wujud nyata pelestarian kebudayaan dan memperkenalkan kebudayaan Lampung Utara hingga ditingkat Nasional dan Internasional,” terangnya.
Untuk diketahui, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi menggelar Sosialisasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026, ajang penghargaan bergengsi bagi Kepala Daerah yang berkomitmen memajukan kebudayaan.
Penghargaan ini akan diberikan pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Provinsi Banten pada 6–9 Februari 2026.
Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 terbuka bagi seluruh kepala daerah aktif yang tidak sedang berurusan dengan hukum.
Para peserta dapat mendaftarkan satu karya atau kegiatan budaya yang relevan dengan tema, disertai proposal dan video pendukung.
Pewarta : Verli/Charles/Sandi/Eko/Coki/Arrofi/Yitno/Yoyon
Editor : Wahyu





