Hadiri Festival Tanam Mina Padi di Kota Metro, Sumarsono: Segera Kita Implementasikan di Lamteng

KARYANASIONAL – Ketua DPRD Lampung Tengah (Lamteng) Sumarsono menghadiri Festival Tanam Mina Padi bersama Petani Milenial di Kampung Peng-Angguran Kota Metro, Minggu 5 Desember 2021.

Dalam kegiatan tersebut, Sumarsono yang juga Koordinator MSP Provinsi Lampung melakukan penanaman bibit unggul lokal lampung MSP 13-b dengan perlakuan organik secara mina padi.

“Langkah ini juga segera mungkin kita implementasikan di Lampung Tengah. Dan saya mengapresiasi atas terciptanya Kampung Peng-Angguran. Selain sebagai objek wisata juga memiliki produk ekonomi kreatif yang bisa meningkatkan penghasilan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Sumarsono mengatakan, salah satu optimalisasi potensi lahan sawah irigasi dan peningkatan pendapatan petani adalah dengan merekayasa lahan dengan teknologi tepat guna. Cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengubah strategi pertanian dari sistem monokultur ke sistem diversifikasi pertanian, salah satunya adalah dengan menerapkan teknologi budidaya Mina Padi dengan sistem tanam jajarlegowo.

“Dengan adanya pemeliharaan ikan di persawahan selain dapat meningkatkan keragaan hasil pertanian dan pendapatan petani juga dapat meningkatkan kesuburan tanah dan air sertamengurangi hama penyakit pada tanaman padi,” katanya.

Dalam kegiatan ini juga turut dihadir Ancila Hernani, Anggota DPRD Kota Metro, Kepala Dinas Pariwisata Kota Metro Tri Hendriyanto, Pemulia Padi MSP Surono Danu, Perwakilan SMP Muhamadiyah Al-Ghifari, Komunitas Mari Sejahterakan Petani (MSP) Kota Metro dan masyarakat sekitar.

Diketahui, sistem usaha tani mina padi telah dikembangkan di Indonesia sejak 1987. Selain menyediakan pangan sumber karbohidrat, sistem ini juga menyediakan protein sehingga cukup baik untuk meningkatkan mutu makanan penduduk di pedesaan. Dengan teknologi yang tepat, mina padi dapat memberi pendapatan yang cukup tinggi. Keuntungan yang didapat dari usahatani mina padi berupa peningkatan produksi padi dan ikan, mengurangi penggunaan pestisida, pupuk anorganik, penyiangan dan pengolahan tanah. (red)