DaerahHeadlineLampung Tengah

Sinergi Tanpa Batas, Pemkab Lamteng Hadirkan Solusi Rutin bagi Disabilitas Mental

Dodi
574
×

Sinergi Tanpa Batas, Pemkab Lamteng Hadirkan Solusi Rutin bagi Disabilitas Mental

Sebarkan artikel ini

KARYA NASIONAL – Sinergi antara pemerintah daerah dan institusi keagamaan dalam menangani isu sosial di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) memasuki babak baru.

Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, menegaskan bahwa perhatian terhadap penyandang disabilitas mental kini resmi menjadi program rutin pemerintah kabupaten. Langkah ini diambil guna memastikan nilai-nilai kemanusiaan terselenggara dengan baik sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan I Komang Koheri saat menghadiri kegiatan bhakti sosial bagi penyandang disabilitas mental di Pondok Pesantren Jolo Sutro, Bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan ini menunjukkan kolaborasi yang solid antar instansi. Turut hadir mendampingi Plt. Bupati di antaranya Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Tengah Ari Nugraha Mukti, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Lampung Tengah Indra Gandi, perwakilan Baznas Lampung Tengah, serta Camat Terbanggi Besar.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati I Komang Koheri menekankan bahwa kegiatan bhakti sosial ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk kehadiran nyata negara di tengah masyarakat yang paling membutuhkan.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab pemerintah agar kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh saudara-saudara kita penyandang disabilitas mental. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu pondok pesantren dalam mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar I Komang Koheri.

Lebih lanjut, ia menginstruksikan agar program ini berjalan secara konsisten dan terukur. Pemkab Lampung Tengah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga sosial dan organisasi keagamaan, guna memberikan perlindungan serta pendampingan yang berkelanjutan.

Melalui program rutin ini, diharapkan para penyandang disabilitas mental di Lampung Tengah mendapatkan akses perhatian yang lebih baik, sehingga standar kesejahteraan sosial di wilayah tersebut dapat terus meningkat secara inklusif. (rls/Dodi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *