HeadlineHukumLampung Tengah

Strategi Polres Lamteng Amankan Jalur Lintas Sumatera Menjelang Ramadhan

Dodi
645
×

Strategi Polres Lamteng Amankan Jalur Lintas Sumatera Menjelang Ramadhan

Sebarkan artikel ini

KARYA NASIONAL – Keselamatan di jalan raya kini menjadi prioritas mutlak di wilayah hukum Polres Lampung Tengah (Lamteng). Mengingat kalender hijriah yang segera memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, potensi lonjakan arus lalu lintas di jalur lintas utama Sumatera menjadi perhatian serius.

Menanggapi tantangan tersebut, Polres Lampung Tengah resmi memulai rangkaian persiapan Operasi Keselamatan Krakatau 2026 melalui Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) yang digelar di Aula Atmani Wedhana, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan manifestasi dari strategi terintegrasi guna menekan angka fatalitas kecelakaan yang sering kali membayangi tingginya mobilitas masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

Mewakili Kapolres AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, S.I.K., S.H., M.H., Wakapolres Lampung Tengah Kompol Heru Sulistyananto menekankan bahwa paradigma yang diusung dalam operasi tahun ini adalah “Humanis namun Tegas”. Dalam arahannya, ia menginstruksikan seluruh jajaran agar mengedepankan pendekatan psikologis kepada para pengendara.

“Kami tidak ingin hanya sekadar mengedepankan penegakan hukum melalui tilang. Fokus utama kita adalah menyentuh nurani dan kesadaran kolektif masyarakat. Kecelakaan sering kali bermula dari pelanggaran kecil yang dianggap remeh, seperti tidak memakai helm atau melawan arus. Hal-hal sepele inilah yang justru sering menjadi pemicu tragedi di jalan raya,” tegas Kompol Heru di hadapan para Pejabat Utama (PJU) dan Kapolsek jajaran.

Lebih lanjut, Kompol Heru menjelaskan bahwa pemetaan wilayah merupakan langkah krusial yang tidak boleh terabaikan. Personel di lapangan diperintahkan untuk melakukan deteksi dini secara komprehensif terhadap area blackspot atau rawan kecelakaan serta titik-titik troublespot yang sering menjadi simpul kemacetan di sepanjang jalur lintas Lampung Tengah.

“Kehadiran polri di tengah masyarakat harus dirasakan sebagai pemberi rasa aman. Petugas harus jeli melihat dinamika di lapangan. Penindakan akan tetap dilakukan secara selektif dan prioritas, terutama bagi pelanggaran yang membahayakan nyawa, seperti pengemudi di bawah umur, penggunaan knalpot yang tidak sesuai standar yang mengganggu kenyamanan publik, serta kendaraan yang melebihi kapasitas,” imbuhnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektoral. Menurutnya, terciptanya Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) yang stabil adalah hasil kerja keras bersama antara Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga Jasa Raharja. Sinergi ini bertujuan memastikan setiap kendala di lapangan, baik itu kemacetan maupun insiden kecelakaan, dapat tertangani dengan prinsip respon cepat (quick response).

“Harapan kami, dengan persiapan yang matang sejak dini, stabilitas keamanan dan ketertiban lalu lintas sudah benar-benar mantap sebelum arus mudik Lebaran tiba. Tujuan akhir kami adalah agar masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan khusyuk, tenang, dan tanpa dihantui rasa was-was akan keselamatan di jalan. Kami mengimbau warga Lampung Tengah untuk menjadi pelopor keselamatan bagi diri sendiri dan orang lain,” kata Kompol Heru menutup arahannya.

Pihak Polres Lampung Tengah kembali mengingatkan bahwa disiplin berlalu lintas, termasuk kelengkapan administrasi kendaraan dan kondisi fisik kendaraan yang prima, adalah modal utama dalam berkendara. Masyarakat diharapkan patuh bukan karena takut akan kehadiran petugas, melainkan karena kesadaran penuh untuk melindungi nyawa sendiri dan sesama pengguna jalan. (rls/Dodi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *